ArtScience Museum Buka Flesh And Bones, Anatomi Tubuh Dibaca Sebagai Seni Dan Sains

ArtScience Museum di Marina Bay Sands, Singapura, resmi membuka pameran terbaru bertajuk Flesh and Bones: The Art of Anatomy sejak akhir Maret. Pameran ini hadir sebagai bagian dari perayaan 15 tahun museum tersebut dan menempatkan tubuh manusia sebagai titik temu antara seni, sains, sejarah, dan kedokteran.

Melalui 160 artefak dan karya seni, pengunjung diajak melihat bagaimana anatomi dipelajari, divisualisasikan, dan dipahami lintas zaman. Pameran ini tidak hanya menyoroti tradisi anatomi Barat, tetapi juga memperluas sudut pandang dengan memasukkan perspektif Asia yang membuat narasi tubuh manusia terasa lebih utuh dan kontekstual.

Pameran yang Menghubungkan Seni dan Sains

ArtScience Museum menyusun pameran ini sebagai ruang dialog antara disiplin yang kerap dianggap terpisah. Koleksi utama yang dihadirkan berasal dari Getty Research Institute di Los Angeles, yang berkontribusi lewat ilustrasi anatomi berskala besar, atlas medis, manuskrip langka, dan buku-buku kedokteran bersejarah.

Vice President ArtScience Museum, Honor Harger, menegaskan bahwa pameran ini memperlihatkan hubungan panjang antara seni, kedokteran, dan rasa ingin tahu manusia terhadap tubuh. Ia menyebut anatomi bukan hanya ilmu medis, tetapi juga praktik yang terus berkembang seiring perubahan budaya dan cara pandang masyarakat.

Karya Sejarah dan Kontemporer Dipertemukan

Salah satu karya yang mencuri perhatian datang dari Antonio Cattani, dengan ilustrasi anatomi berskala besar dari akhir abad ke-18 di Italia. Karya tersebut memperlihatkan ketelitian studi medis pada masa itu sekaligus menunjukkan bagaimana tubuh manusia dipahami melalui visualisasi yang sangat detail.

Di sisi lain, pameran ini juga menghadirkan karya kontemporer seniman Hong Kong Angela Su. Perpaduan karya sejarah dan modern ini memberi gambaran bahwa representasi tubuh terus berubah, dari pendekatan ilmiah klasik menuju interpretasi artistik yang lebih personal dan eksperimental.

Instalasi Imersif yang Menghadirkan Pengalaman Tubuh

Pengunjung langsung disambut instalasi The Network Within karya seniman Jepang Chiharu Shiota di area masuk pameran. Benang merah yang digunakan dalam instalasi itu menjadi metafora sistem sirkulasi tubuh sekaligus hubungan antarmanusia, memori, dan pengalaman hidup.

Shiota memandang tubuh sebagai jaringan yang menyimpan sejarah dan emosi, sehingga karya ini memberi pengalaman visual yang kuat sejak awal kunjungan. Pendekatan tersebut membuat pameran terasa lebih imersif dan tidak sekadar informatif.

Pengalaman Virtual dan Narasi Multisensori

Pameran juga menampilkan Evolver, instalasi audiovisual dari kolektif Marshmallow Laser Feast. Karya ini mengajak pengunjung seolah masuk ke dalam tubuh manusia dan mengikuti aliran oksigen melalui sistem pernapasan dengan bantuan VR dan proyeksi imersif.

Pengalaman itu diperkuat oleh suara narasi Cate Blanchett serta komposisi musik Jonny Greenwood dan Jóhann Jóhannsson. Kombinasi visual, audio, dan teknologi membuat tema anatomi terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai usia.

Perspektif Asia dan Pengobatan Tradisional Tiongkok

ArtScience Museum memperluas narasi anatomi dengan menampilkan lebih dari 40 artefak Pengobatan Tradisional Tiongkok atau TCM. Bagian ini menunjukkan cara berbeda dalam memahami tubuh, yaitu sebagai sistem energi, keseimbangan, dan hubungan antara organ dalam.

Pendekatan ini penting karena memberi ruang bagi tradisi medis Timur untuk berdialog dengan anatomi Barat. Dengan begitu, pameran tidak hanya menonjolkan sejarah medis Eropa, tetapi juga memperlihatkan bahwa cara manusia memahami tubuh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing wilayah.

Aspek Pendidikan dan Etika Medis

Selain karya seni dan artefak sejarah, pameran ini juga menghadirkan 20 spesimen tubuh manusia yang dipinjam dari institusi medis di Singapura dan Jerman. Bagian ini menekankan pentingnya pendidikan kedokteran sekaligus membuka ruang refleksi tentang etika dalam penggunaan tubuh manusia untuk pembelajaran.

ArtScience Museum juga menyoroti program Silent Mentor yang memberi penghormatan kepada donor tubuh. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pameran ini tidak hanya membahas anatomi dari sisi visual dan ilmiah, tetapi juga dari sisi penghargaan terhadap nilai kemanusiaan di balik dunia medis.

Informasi Utama Pameran

  1. Nama pameran: Flesh and Bones: The Art of Anatomy.
  2. Lokasi: ArtScience Museum, Marina Bay Sands, Singapura.
  3. Waktu pembukaan: akhir Maret.
  4. Jumlah koleksi: 160 artefak dan karya seni.
  5. Sorotan isi: anatomi Barat, perspektif Asia, seni kontemporer, dan edukasi medis.

Pameran ini memperlihatkan bagaimana tubuh manusia bisa dibaca sebagai objek sains, sumber inspirasi seni, dan cermin perkembangan budaya. Dengan kurasi yang menggabungkan artefak bersejarah, instalasi imersif, dan perspektif lintas tradisi, Flesh and Bones: The Art of Anatomy menjadi salah satu program penting ArtScience Museum dalam merayakan usia 15 tahun.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version