Pembeli Burger Disiram Air Di Cempaka Putih, Aldi Taher Santai Sebut Siraman Cinta

Kejadian tak terduga terjadi di gerai Aldi’s Burger Cempaka Putih ketika seorang pelanggan yang sedang mengantre dilaporkan tersiram air dari arah balik tembok rumah. Insiden yang sempat ramai itu kemudian ditanggapi santai oleh Aldi Taher, yang justru menyebutnya sebagai “siraman cinta” dan bukan alasan untuk emosi.

Aldi menjelaskan bahwa ia melihat peristiwa itu sebagai momen yang tidak perlu dibesar-besarkan. Ia bahkan menyelipkan candaan bahwa pelanggan yang antre justru mendapat “sejuk-sejukan” di tengah cuaca panas.

Respons Santai Aldi Taher

Saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 12 April 2026, Aldi menyebut kejadian itu sebagai “wahana air siraman cinta”. Ia mengatakan, antrean yang terkena percikan air tetap bisa menikmati suasana yang menurutnya lebih segar.

“Wahana air siraman cinta! Jadi siapa yang ngantre, ada wahana siram-siraman, gurih-gurih nyoy,” kata Aldi dengan nada bercanda. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terpancing emosi atas peristiwa tersebut.

“Nggak (emosi) dong, itu kan siraman cinta. Dan gini, kan waktu itu kan lagi panas-panasan, orang lagi antre, tiba-tiba alhamdulillah dapet sejuk-sejukan kan enak, disiram,” ujarnya.

Alasan Aldi Tetap Tenang

Aldi mengaku ketenangannya juga dipengaruhi kebiasaan membaca Al-Qur’an. Menurut dia, kebiasaan itu membuatnya lebih mudah berprasangka baik terhadap orang lain dan situasi yang terjadi di sekitarnya.

“Alhamdulillah efek baca Al-Qur’an, kita jadi selalu husnuzon insyaallah,” ucapnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Aldi memilih merespons insiden dengan pendekatan yang lebih damai dan ringan.

Ia juga menduga aksi penyiraman itu tidak dilakukan dengan maksud buruk, melainkan karena bertepatan dengan waktu menyiram tanaman. Aldi bahkan menyebut waktu kejadian terjadi sekitar pukul 3 sore, yang menurutnya identik dengan momen orang menyiram bunga.

“Dan waktu itu juga kan jam 3, setiap jam 3 sore di belahan dunia mana pun, orang lagi nyiram kembang,” tuturnya.

Pembeli Tidak Keberatan

Meski sempat menimbulkan perhatian, Aldi menyebut para pembeli yang terkena percikan air tidak menunjukkan kemarahan. Menurut dia, reaksi pelanggan justru cukup santai dan tidak memperpanjang masalah.

“Yang kesiram nggak marah disiram, justru malah sejuk katanya, enak,” katanya. Sikap tenang dari pembeli itu ikut membuat situasi di lokasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam konteks usaha kuliner yang kerap ramai di media sosial, insiden seperti ini bisa cepat menjadi sorotan publik. Namun dalam kasus Aldi’s Burger, suasana tetap terjaga karena respons dari pihak pemilik maupun pelanggan sama-sama tidak memperkeruh keadaan.

Hubungan dengan Tetangga Sudah Membaik

Aldi juga mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan tetangga yang diduga terlibat dalam insiden tersebut sudah kembali terjalin. Ia menyebut hubungan baik sudah dipulihkan dan pihak terkait bahkan telah bersilaturahmi.

“Udah komunikasi, udah silaturahmi juga, udah dikasih burger juga,” ucapnya. Keterangan itu menunjukkan bahwa masalah yang sempat muncul tidak berlanjut menjadi perselisihan terbuka.

  1. Pelanggan di Aldi’s Burger Cempaka Putih sempat tersiram air dari arah balik tembok rumah.
  2. Aldi Taher menanggapinya dengan santai dan menyebutnya sebagai “siraman cinta”.
  3. Ia tidak merasa perlu emosi karena menganggap kejadian itu tidak disengaja.
  4. Aldi menuturkan bahwa ia sudah berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan tetangga terkait.
  5. Hubungan kedua pihak disebut sudah membaik setelah insiden tersebut.

Di tengah situasi yang berpotensi memicu reaksi negatif, Aldi memilih membingkai peristiwa itu sebagai hal yang ringan dan tidak perlu diperpanjang. Sikap tersebut membuat insiden di gerai burgernya lebih dikenal sebagai cerita unik ketimbang konflik, sementara hubungan antarwarga di sekitar lokasi kini dilaporkan sudah kembali harmonis.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version