Syifa Hadju mengaku mengalami insomnia di tengah persiapan pernikahannya dengan El Rumi. Ia mengatakan, rasa gelisah itu muncul karena dirinya terus memikirkan berbagai detail acara menjelang hari bahagia tersebut.
Dalam pengakuannya di YouTube C8 Podcast yang tayang Senin (13/4/2026), Syifa menyebut dirinya sebenarnya mudah tidur. Namun, selama sekitar satu bulan terakhir, ia justru sering sulit memejamkan mata karena pikiran yang terus bekerja tanpa henti.
Syifa Hadju Akui Sulit Tidur Jelang Pernikahan
Syifa menjelaskan bahwa ia kerap terbangun di malam hari lalu langsung menghubungi orang-orang yang terlibat dalam persiapan acara. Ia berusaha memastikan setiap kebutuhan pernikahan bisa terpenuhi agar semuanya berjalan lancar.
“Terus biasanya jadi kebangun dan ngechat orang untuk minta ini, minta itu agar pernikahannya berjalan lancar,” ujar Syifa Hadju dalam tayangan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan betapa besar perhatian Syifa terhadap detail acara yang sedang ia siapkan bersama El Rumi. Sebagai sosok yang terbiasa merencanakan sesuatu jauh-jauh hari, ia mengaku sempat kaget karena dunia persiapan pernikahan punya ritme kerja yang berbeda dari kebiasaannya.
Cemas Karena Terbiasa Merencanakan Segalanya Lebih Awal
Syifa mengatakan dirinya adalah tipe orang yang sangat terorganisasi dan suka menyiapkan segala sesuatu sejak jauh hari. Namun, ketika masuk ke proses pernikahan, ia justru mendapati bahwa banyak vendor bekerja lebih efektif saat mendekati hari pelaksanaan.
“Aku itu cemas karena aku termasuk orang yang planner banget dan merencanakan sesuatu jauh-jauh hari. Namun, saat ngurus pernikahan ini aku baru tahu kalau vendor-vendor di wedding planner merasa efektif bekerja di mepet-mepet,” katanya.
Perbedaan cara kerja itu membuat Syifa makin sulit rileks. Di tengah jadwal yang padat, ia mengaku pikirannya terus berputar pada kesiapan teknis acara, mulai dari detail kecil sampai kebutuhan yang harus segera diselesaikan.
Dukungan Keluarga Jadi Penopang
Di tengah rasa cemas tersebut, Syifa merasa terbantu oleh dukungan keluarga dari kedua belah pihak. Ia menilai kehadiran keluarga membuat dirinya dan El Rumi tidak menanggung seluruh beban persiapan sendirian.
“Untungnya semua keluarga aku juga keluarganya El kasih support dan enggak ngebiarin aku sama El Rumi mempersiapkan ini semua sendirian. Doain saja semuanya berjalan lancar,” kata Syifa.
Dukungan itu menjadi faktor penting bagi pasangan ini saat menyiapkan pernikahan. Dalam proses seperti ini, dukungan emosional dari keluarga memang sering membantu calon pengantin menjaga ketenangan di tengah tekanan waktu dan banyaknya keputusan yang harus diambil.
Mengapa Calon Pengantin Sering Sulit Tidur
Kondisi yang dialami Syifa bukan hal asing bagi banyak calon pengantin. Tekanan menjelang pernikahan sering muncul karena tanggung jawab yang besar, ekspektasi keluarga, serta keinginan agar semua berjalan sempurna.
- Pikiran terus fokus pada detail acara.
- Jadwal persiapan yang padat membuat tubuh sulit benar-benar rileks.
- Kekhawatiran soal vendor, tamu, dan teknis acara bisa memicu stres.
- Kurang tidur sering muncul ketika calon pengantin terlalu sering mengecek ulang persiapan.
Dalam situasi seperti ini, rasa gelisah biasanya muncul bukan karena satu masalah besar, melainkan akumulasi dari banyak hal kecil yang harus diselesaikan. Pada kasus Syifa, kebiasaan merencanakan segalanya sejak awal justru membuatnya ingin memastikan semua hal terkendali sampai hari pernikahan tiba.
Sorotan Publik pada Persiapan Syifa dan El Rumi
Nama Syifa Hadju dan El Rumi memang kerap menjadi perhatian publik, terutama saat keduanya memperlihatkan proses menuju pernikahan. Sebelumnya, momen prewedding adat Gorontalo mereka juga sempat ramai dibicarakan dan mendapat banyak doa dari warganet.
Perhatian besar dari publik membuat setiap perkembangan hubungan mereka ikut disorot luas di media sosial maupun pemberitaan hiburan. Di sisi lain, sorotan itu juga menambah tekanan tersendiri karena semua detail ikut menjadi perhatian banyak orang.
Meski begitu, Syifa tampak berusaha menjalani proses ini dengan tetap terbuka soal rasa lelah dan cemas yang ia rasakan. Ia memilih membagikan pengalamannya secara jujur sambil berharap semua persiapan bisa selesai dengan baik dan hari pernikahan berjalan lancar.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






