30 Ribu Slankers Padati Rampal, Kerinduan Malang Terbayar Saat Slank Kembali Panggung

Kerinduan Slankers asal Malang dan sekitarnya akhirnya terobati saat Slank kembali tampil di kota tersebut setelah 9 tahun. Sekitar 30.000 penonton memadati Lapangan Rampal, Malang, dalam konser yang digelar pada Minggu (19/4/2026) malam.

Gelaran ini langsung menjadi ajang temu kangen antara Slank dan penggemarnya. Konser yang digagas pabrik rokok HS itu menghadirkan suasana padat, riuh, dan penuh atribut khas Slankers dari berbagai daerah.

Antusiasme penonton membludak

Sejak awal konser, area Lapangan Rampal dipenuhi penonton yang datang dari berbagai kota. Bendera dengan simbol kupu-kupu khas Slankers terlihat dikibarkan sepanjang pertunjukan, lengkap dengan nama daerah seperti Tulungagung, Malang, Indramayu, Tuban, Demak, Surabaya, Gresik, Jember, hingga Banyuwangi.

Kehadiran puluhan ribu penonton membuat konser terasa seperti perayaan besar bagi komunitas Slankers di Jawa Timur. Suasana itu menegaskan kuatnya ikatan antara band asal Jakarta tersebut dan basis penggemarnya di Malang.

Slank buka konser dengan lagu-lagu andalan

Slank memulai penampilan tepat pukul 22.00 WIB dengan sejumlah lagu pembuka yang langsung memanaskan suasana. Lagu I Miss U but I Hate U, Gara-Gara Kamu, serta medley Mars Slankers dan Punk Java mengiringi awal pertunjukan sebelum Seperti Para Koruptor dibawakan.

Formasi lengkap tampil di panggung malam itu, yakni Kaka pada vokal, Ridho dan Abdee pada gitar, Ivanka pada bass, serta Bimbim pada drum. Penampilan mereka tetap enerjik dan menjaga ritme konser hingga mendekati pukul 23.30 WIB.

Sapaan khas Malang dan suasana yang cair

Interaksi Slank dengan penonton berlangsung hangat sejak awal. Kaka menyapa penggemar dengan bahasa walikan Malang dan menyinggung kehadiran mereka di Lapangan Rampal yang juga pernah menjadi lokasi penampilan sekitar 9 tahun lalu.

“Assalamualaikum! Malang apa kabar! Mawar Merah buat Kera Ngalam!” ujar Kaka dari atas panggung. Sapaan itu membuat suasana konser terasa dekat dan akrab bagi penonton yang memadati lokasi.

Dalam sesi jumpa pers sebelum konser, Kaka juga menyebut Malang sebagai salah satu barometer perkembangan musik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan di Malang menjadi sinyal positif bagi perjalanan musik sebuah band.

Momen haru saat doa bersama

Di tengah konser, Bimbim mengajak ribuan penonton berdoa bersama sebelum membawakan lagu Bimbim Jangan Menangis. Ia menyinggung musibah yang dialami Haji Suryo, pemilik HS, yang mengalami kecelakaan pada bulan puasa lalu dan membuat istrinya, Hj. Anis Syarifah, meninggal dunia.

Bimbim juga mengajak penonton mendoakan kesembuhan Haji Suryo dan memohon agar almarhumah istrinya mendapat tempat terbaik. Momen itu membuat suasana konser berubah lebih emosional sebelum lagu bernuansa sendu tersebut dibawakan.

Bimbim kemudian menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan. Ia juga mengaitkan lagu tersebut dengan pesan almarhum ibundanya, Iffet Veceha Sidharta, yang meninggal pada April 2025.

Deretan lagu lama dan materi baru

Setelah momen haru tersebut, Slank melanjutkan konser dengan sejumlah lagu populer lain. Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Tonk Kosong, Orkes Sakit Hati, hingga Poppies Lane Memory turut dibawakan untuk memuaskan penonton yang sudah lama menunggu.

Poppies Lane Memory disebut Bimbim lahir dari masa kelam ketika sejumlah personel Slank pernah terjerat narkoba. Selain lagu-lagu lama, konser ini juga menampilkan materi baru seperti 12 Persen yang videoklipnya memakai teknologi Artificial Intelligence, serta Republik Fufufafa.

Penampilan ditutup dengan Kamu Harus Pulang menjelang pukul 23.30 WIB. Kaka menegaskan rasa syukur atas kembalinya Slank ke Malang dan menyebut Lapangan Rampal sebagai tempat yang penuh kenangan bagi band maupun penggemarnya.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button