Dua dekade setelah film pertamanya meninggalkan jejak kuat di kultur pop, The Devil Wears Prada 2 datang dengan sambutan yang jauh lebih besar dari perkiraan. Film produksi The Walt Disney Company ini langsung tampil perkasa di box office global dan memancing antusiasme penonton di berbagai pasar.
Di pekan perdana penayangannya secara global, film ini mengantongi sekitar US$77 juta atau setara Rp1,3 triliun dari Amerika Utara. Secara keseluruhan, pendapatan globalnya sudah mencapai US$233 juta, dengan kontribusi pasar internasional sekitar US$156 juta.
Performa pembuka yang melampaui film pertama
Capaian itu terlihat jauh di atas film pertamanya yang rilis pada 2006. Saat itu, The Devil Wears Prada mencatat pembukaan US$27,5 juta di pasar domestik, sehingga selisih performa ini menunjukkan lonjakan minat yang sangat besar dari penonton.
Pencapaian tersebut juga memberi dorongan bagi box office musim panas. Antusiasme terhadap sekuel ini menandakan bahwa cerita lama masih punya daya tarik kuat ketika dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan perubahan zaman.
Sambutan kuat juga datang dari Indonesia
Di Indonesia, film ini sudah lebih dulu tayang pada 29 April 2026 sebelum perilisan global. Respons penonton terbilang meriah, dan laporan Cinepoint mencatat jumlah penonton mencapai 190.256 orang per Senin, (4/5/2026).
Angka itu masih berpotensi bertambah karena penayangan film masih berada di fase awal. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa basis penggemar The Devil Wears Prada masih sangat aktif, termasuk di pasar Indonesia.
Cerita yang lompat 20 tahun
The Devil Wears Prada 2 melanjutkan kisah dari film pertama dengan lompatan waktu sekitar 20 tahun. Fokusnya masih berada pada Andrea “Andy” Sachs, yang kini telah menapaki karier sebagai jurnalis dengan reputasi kuat dan idealisme yang tetap terjaga.
Perubahan dunia media menjadi latar penting dalam sekuel ini. Andy digambarkan kehilangan pekerjaannya setelah media tempatnya bekerja mengalami krisis finansial dan harus ditutup, sementara majalah Runway juga berjuang keras menghadapi tekanan era digital.
Tim lama dan wajah baru kembali bertemu
Film ini tetap digarap oleh sutradara David Frankel dan penulis naskah Aline Brosh McKenna. Keduanya kembali bekerja dengan fondasi cerita yang diadaptasi dari novel karya Lauren Weisberger, sama seperti film pertamanya.
Deretan pemeran utama juga kembali hadir, termasuk Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, dan Stanley Tucci sebagai Nigel Kipling. Selain itu, film ini turut menampilkan Tracie Thoms sebagai Lily dan Tibor Feldman sebagai Irv Ravitz.
Sejumlah nama baru ikut memperkaya cerita, seperti Justin Theroux, Kenneth Branagh, Simone Ashley, Patrick Brammall, dan Lucy Liu. Film ini juga menghadirkan deretan figur besar dari dunia hiburan dan fashion, di antaranya Lady Gaga, Ciara, Calum Harper, Naomi Campbell, dan Donatella Versace.
Kisah lama, konteks baru
Dalam perkembangan cerita, Andy dipanggil kembali ke Runway oleh Irv Ravitz untuk mengisi posisi Editor Departemen Feature. Tugas itu tidak ringan karena ia harus membantu memulihkan reputasi Runway sekaligus mendukung Miranda mempertahankan majalah tersebut dari ancaman kebangkrutan.
Aline Brosh McKenna menekankan bahwa film ini tidak hanya ditujukan sebagai nostalgia bagi penggemar. “Film ini harus memiliki makna, sebuah cerita yang menurut kami berbobot dan sesuatu yang benar-benar dapat kita bahas tentang bagaimana dunia telah berubah,” ujarnya, dikutip dari laman The Walt Disney Company, Senin, (4/5/2026).
Dengan performa box office yang kuat, sambutan besar di Indonesia, dan cerita yang menempatkan dunia mode serta media dalam konteks baru, The Devil Wears Prada 2 menunjukkan bahwa jeda panjang tidak mengurangi daya tariknya di layar lebar.
Source: lifestyle.bisnis.com