
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat diputuskan untuk diulang setelah muncul polemik penilaian dewan juri. Keputusan itu disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan langsung memicu perdebatan baru di media sosial.
Kontroversi berawal dari babak final saat tim SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan yang sama dengan tim SMAN 1 Sambas. Namun, jawaban yang identik itu mendapat perlakuan berbeda dari juri, sehingga memunculkan tudingan bahwa penilaian berlangsung tidak konsisten.
Awal polemik dari jawaban yang sama
Dalam kejadian yang beredar luas, SMAN 1 Pontianak lebih dulu menjawab pertanyaan final. Jawaban itu dinilai salah oleh juri dan tim tersebut terkena pengurangan lima poin.
Tak lama setelah itu, pertanyaan yang sama diberikan kepada SMAN 1 Sambas. Jawaban yang disampaikan disebut sama persis, tetapi kali ini juri menilainya benar dan memberikan tambahan 10 poin.
Perbedaan keputusan tersebut membuat peserta SMAN 1 Pontianak memprotes penilaian di arena lomba. Juri kemudian berdalih bahwa jawaban dari Pontianak tidak terdengar jelas karena persoalan artikulasi.
Rekaman video memicu reaksi publik
Setelah cuplikan lomba tersebar di media sosial, banyak warganet menilai jawaban SMAN 1 Pontianak sebenarnya terdengar jelas. Karena itu, publik mempertanyakan alasan jawaban yang sama bisa menghasilkan dua penilaian berbeda.
Reaksi tersebut membuat isu ini semakin ramai dibahas. Sejumlah pengguna internet menilai kesalahan juri telah memengaruhi hasil akhir lomba secara signifikan.
Salah satu kritik datang dari akun X @RidhaIntifadha. Akun itu mempertanyakan alasan final harus diulang dan menilai penyelesaian masalah cukup dilakukan dengan mengoreksi poin dari dua tim yang terlibat dalam pertanyaan kontroversial.
Perhitungan poin ikut jadi sorotan
Dalam unggahan yang dikutip luas, akun tersebut menulis, “Ngapain diulang sih. Kan tinggal dianulir saja total poin kedua tim dari pertanyaan viral itu.” Pernyataan itu kemudian memicu diskusi lanjutan soal keadilan hasil lomba.
Sebelum polemik ini mencuat, hasil akhir menunjukkan SMAN 1 Sambas meraih 90 poin dan keluar sebagai juara pertama. SMAN 1 Pontianak berada di posisi kedua dengan 70 poin.
Netizen itu lalu membuat simulasi sederhana. Jika 10 poin milik SMAN 1 Sambas dari pertanyaan kontroversial dihapus, maka total mereka menjadi 80 poin.
Di sisi lain, SMAN 1 Pontianak dinilai seharusnya tidak kehilangan lima poin dan justru berhak mendapat tambahan 10 poin karena jawabannya dianggap benar. Dengan perhitungan itu, total nilainya menjadi 85 poin.
MPR copot seluruh juri dan MC
Di tengah sorotan publik, MPR RI mengambil langkah evaluasi dengan mencopot seluruh juri dan pembawa acara yang bertugas dalam final tersebut. Langkah ini dilakukan untuk merespons kegaduhan yang muncul sekaligus menjaga kredibilitas pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI.
Keputusan mengulang final kini menjadi pusat perhatian publik karena dianggap belum menjawab seluruh pertanyaan soal konsistensi penilaian. Sementara itu, perdebatan di media sosial terus berlanjut, terutama terkait apakah pengulangan lomba menjadi solusi paling tepat atau justru memperpanjang polemik yang sudah terlanjur meluas.
Source: www.suara.com








