Adegan brutal dalam film Badut Gendong menjadi salah satu sorotan utama karena proses pengerjaannya ternyata memakan waktu panjang. Sutradara Charles Gozali menyebut adegan paling rumit adalah momen wajah tokoh utama disobek, yang dieksekusi dengan detail ekstrem agar tampil meyakinkan di layar lebar.
Film horor-aksi produksi MAGMA Entertainment ini lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat dan menonjolkan kombinasi laga intens dengan elemen gore. Dalam sesi jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Charles menjelaskan bahwa pendekatan visual untuk adegan tersebut tidak dibuat cepat, melainkan dirancang sangat pelan melalui proses CGI yang sangat presisi.
Pengerjaan CGI yang sangat detail
Charles Gozali mengakui bahwa aspek teknis paling berat justru terletak pada adegan merobek wajah. Ia mengatakan, “Kalau secara teknis, sebetulnya yang paling sulit itu adalah pada saat adegan muka disobek.”
Menurut Charles, tim produksi memilih menampilkan adegan itu dengan slow motion agar setiap detail terlihat sempurna. Pendekatan ini membuat proses Computer-Generated Imagery atau CGI jauh lebih kompleks dibanding eksekusi adegan serupa di banyak film lain.
Ia juga menyebut bahwa proses CGI untuk satu adegan tersebut memakan waktu sekitar 10 bulan. Waktu panjang itu menunjukkan besarnya perhatian tim terhadap kualitas visual dan tingkat realisme yang ingin dicapai.
Libatkan tim khusus dan vendor efek visual
Pekerjaan berat itu tidak dikerjakan secara biasa, karena MAGMA Entertainment membentuk tim khusus untuk menangani adegan gore tersebut. Tim ini kemudian berkolaborasi dengan vendor efek visual Dalang Digital yang dipimpin Gaga Nugraha.
Charles menjelaskan bahwa persiapan CGI bahkan sudah dimulai sejak masa syuting. Tahap pre-production untuk adegan merobek muka saja memakan waktu sekitar 6 bulan sebelum masuk ke proses penyempurnaan visual berikutnya.
“Jadi ada dedicated team yang kemudian kita berikan kepercayaan kepada timnya Gaga Nugraha dari Dalang Digital untuk kemudian melakukan scene itu,” ujarnya. Penanganan khusus ini menunjukkan bahwa adegan brutal dalam film tersebut memang menjadi salah satu elemen yang paling diperhatikan sejak awal produksi.
Adegan terakhir yang rampung menjelang distribusi
Rangkaian proses teknis itu berlanjut hingga menjelang tahap akhir distribusi film. Charles menyebut adegan tersebut justru menjadi yang paling terakhir selesai sebelum film dicetak ke format Digital Cinema Package atau DCP.
Situasi itu memperlihatkan bahwa tingkat kesulitannya jauh di atas banyak adegan lain dalam film. Produksi dituntut menjaga detail visual tetap konsisten agar efek ngeri yang dituju tetap terasa kuat saat ditonton di bioskop.
Kisah tragis Darso di tengah kekacauan desa
Di balik adegan brutalnya, Badut Gendong mengusung cerita tentang Darso, seorang pengamen jalanan yang hidupnya berubah drastis setelah istri dan calon bayinya tewas akibat kebiadaban sekelompok preman. Kehilangan itu membuat Darso jatuh dalam duka dan kegilaan yang mendalam.
Dalam kondisi hancur, Darso menyembunyikan jasad istrinya ke dalam boneka badut gendong miliknya lalu pulang menuju kampung halaman. Setibanya di desa, ia justru mendapati wilayahnya dikuasai developer jahat dan warganya terjebak dalam malapetaka.
Konflik semakin memanas ketika seorang dukun desa memanggil kutukan dan entitas kejam yang memicu amuk massa berdarah. Darso pun terseret ke dalam pusaran dendam, kekerasan, dan kekuatan gelap yang mengelilingi desanya.
Deretan pemain dan jadwal tayang
Film ini dibintangi Marthino Lio sebagai Darso, bersama Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, dan Jose Rizal Manua. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat lapisan drama dan horor dalam cerita yang dibangun Charles Gozali.
Badut Gendong dijadwalkan hadir di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Film ini ditujukan untuk penonton yang ingin menyaksikan horor-aksi dengan sajian visual gore yang digarap serius dan penuh detail.
