ANTV kembali menayangkan Kuch Kuch Hota Hai pada Selasa, 15 Juni 2026 pukul 09.30 WIB. Film Bollywood yang dibintangi Shah Rukh Khan, Kajol, dan Rani Mukerji ini masih menarik perhatian karena bukan hanya populer sebagai drama romantis, tetapi juga menyimpan banyak cerita di balik proses pembuatannya.
Bagi penonton yang mengenal film ini sebagai kisah cinta segitiga Rahul, Anjali, dan Tina, ada sejumlah fakta produksi yang jarang dibahas. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pemilihan pemain, kejadian saat syuting, hingga pengaruh besar film ini terhadap tren budaya pop di Asia.
Peran Tina Hampir Diberikan ke Aktris Lain
Karakter Tina yang akhirnya identik dengan Rani Mukerji ternyata tidak langsung ditawarkan kepadanya. Karan Johar awalnya menulis peran itu untuk Twinkle Khanna, bahkan nama Tina diambil dari panggilan asli Twinkle.
Setelah Twinkle menolak, tawaran sempat diberikan kepada sejumlah aktris besar seperti Aishwarya Rai, Karisma Kapoor, dan Urmila Matondkar. Namun, semuanya juga menolak sebelum akhirnya Rani Mukerji terpilih atas saran Shah Rukh Khan.
Salman Khan Mengisi Peran Aman
Tokoh Aman, tunangan Anjali, juga tidak mudah menemukan pemerannya. Banyak aktor besar menolak karena tidak ingin tampil sebagai pemain pendukung di tengah dominasi nama besar Shah Rukh Khan.
Salman Khan kemudian datang sendiri kepada Karan Johar dan bersedia mengambil peran itu. Keputusannya justru membuat karakter Aman mudah diingat penonton karena sikapnya yang ramah dan gentleman.
Kajol Pernah Alami Kecelakaan Saat Syuting
Salah satu kejadian paling mengejutkan terjadi ketika pengambilan gambar lagu “Yeh Ladka Hai Deewana”. Kajol jatuh dari sepeda saat syuting dan sempat pingsan setelah kejadian itu.
Setelah sadar, Kajol dilaporkan mengalami hilang ingatan jangka pendek dan tidak langsung mengenali dirinya maupun lokasi tempat ia berada. Kondisi itu baru membaik setelah ia berbicara dengan Ajay Devgn lewat telepon.
Karakter Film Ini Terinspirasi dari Komik Archie
Karan Johar mengungkap bahwa ia mendapat inspirasi dari komik Archie saat membangun karakter utama film ini. Rahul digambarkan sebagai Archie, Anjali sebagai Betty, dan Tina sebagai Veronica.
Inspirasi itu juga terlihat dari gaya visual film yang membawa nuansa Barat ke dalam latar India. Sekolah internasional, busana para tokoh, dan suasana pergaulan remaja menjadi bagian penting yang membedakan film ini dari banyak film romantis lain pada masanya.
Fashion Film Ini Ikut Menguasai Pasar
Kuch Kuch Hota Hai bukan hanya sukses sebagai tontonan, tetapi juga memengaruhi gaya berpakaian generasi muda. Jaket hoodie merek GAP yang dipakai Shah Rukh Khan disebut langsung menjadi incaran banyak orang setelah film ini rilis.
Selain itu, gelang persahabatan dan potongan rambut pendek ala Anjali juga sempat menjadi tren di kalangan remaja. Pengaruh ini terlihat meluas hingga Asia, termasuk Indonesia, saat film tersebut populer.
Debut Karan Johar Langsung Mencatat Sejarah
Film ini menjadi debut penyutradaraan Karan Johar ketika usianya masih 25 tahun. Meski terhitung sebagai film pertama, hasil akhirnya justru sangat besar dan membawa namanya masuk jajaran sutradara paling diperhitungkan.
Di ajang Filmfare Awards 1999, film ini mencetak pencapaian langka dengan menyapu empat kategori akting utama. Penghargaan itu meliputi Aktor Terbaik untuk Shah Rukh Khan, Aktris Terbaik untuk Kajol, Aktor Pendukung Terbaik untuk Salman Khan, dan Aktris Pendukung Terbaik untuk Rani Mukerji.
Suara Asli Rani Mukerji Hampir Tidak Dipakai
Satu detail lain yang menarik datang dari proses akhir produksi. Karan Johar sempat merasa suara Rani Mukerji terlalu berat untuk karakter Tina yang feminin dan hampir menggantinya dengan dubbing.
Rani kemudian meyakinkan Karan untuk mempertahankan suara aslinya. Keputusan itu memberi warna tersendiri pada karakter Tina dan menjadi bagian dari daya tarik Rani yang tetap dikenang hingga sekarang.
Dengan berbagai cerita di balik layar itu, tak heran jika Kuch Kuch Hota Hai masih terus disebut sebagai salah satu film Bollywood paling berpengaruh. Saat kembali hadir di ANTV, film ini bukan hanya menawarkan nostalgia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah produksi bisa membentuk tren, mengangkat karier para pemainnya, dan meninggalkan jejak panjang dalam budaya populer.
