Lirik Menteri Durmagati, Sindiran Tajam Untuk Pejabat Korup dan Pencitraan

Author: Qoo Media

Lagu “Menteri Durmagati” dari grup hiphop asal Ponorogo, Kajawi, masih terus mencuri perhatian karena liriknya dianggap tajam dan dekat dengan isu sosial. Lagu ini hadir dalam album Soulitika dan kini sudah diputar lebih dari 14 juta kali di Spotify, sekaligus kerap dipakai sebagai latar konten di TikTok.

Daya tarik utamanya ada pada cara Kajawi menyampaikan kritik dengan bahasa Jawa dan gaya satir. Pendekatan itu membuat pesan lagu terasa lokal, tetapi tetap mudah dipahami karena menyentuh persoalan yang akrab dibicarakan publik.

Kajawi dan ciri kritik sosial dalam bahasa Jawa

Kajawi dikenal sebagai grup yang memakai hiphop sebagai medium utama. Mereka mengandalkan lirik berbahasa Jawa untuk membangun kedekatan dengan pendengar sekaligus menyampaikan kritik sosial secara lebih lugas.

Dalam “Menteri Durmagati”, pendekatan itu terasa kuat karena lagu tidak menyerang sosok tertentu secara langsung. Sebaliknya, lagu ini memakai tokoh pewayangan sebagai simbol untuk menggambarkan pejabat yang dianggap menyimpang dari amanah.

Makna di balik tokoh Menteri Durmagati

Durmagati merupakan karakter fiksi dalam kisah pewayangan Jawa. Dalam lagu ini, sosok tersebut dipakai sebagai perumpamaan bagi pejabat yang lebih sibuk membangun citra daripada bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Liriknya menampilkan figur penguasa yang pandai berbicara di depan publik, tetapi tidak menunjukkan tindakan yang sejalan dengan ucapannya. Dari sini, Kajawi menyoroti jarak antara janji, pencitraan, dan kerja nyata yang kerap menjadi sorotan dalam kehidupan politik.

Sindiran soal kekuasaan dan penyalahgunaan anggaran

Selain soal pencitraan, lagu ini juga menyinggung dugaan penyalahgunaan anggaran. Narasi dalam lagu menggambarkan proyek yang diajukan dengan dana besar, tetapi dikerjakan seminimal mungkin agar sisa anggaran bisa dinikmati sendiri atau dibagi ke lingkar terdekat.

Salah satu bagian yang banyak disorot adalah penggambaran pengaruh tokoh itu terhadap jaringan lain. Lirik seperti “LSM e disangoni, anggaran kudu setiti” menekankan bagaimana kekuasaan bisa bekerja lewat relasi yang saling menguntungkan, bukan semata lewat kepentingan publik.

Potongan lirik yang memperkuat sindiran

Beberapa bait dalam lagu menggambarkan suasana rapat, proyek, hingga pencitraan di media sosial. Dalam lirik itu, Kajawi menyelipkan gambaran pejabat yang tampil seolah peduli, tetapi tetap mengejar keuntungan pribadi.

Potongan seperti “Pencitraan nomer siji” dan “Aktif medsos pasang aksi” menegaskan kritik terhadap gaya komunikasi pejabat yang lebih fokus pada tampilan luar. Sementara itu, bait tentang proyek, anggaran, dan kualitas bangunan memperkuat pesan bahwa kepentingan rakyat sering dikesampingkan.

Lirik lagu Menteri Durmagati

Durmagati apel isuk
Disambut abdi mantuk-mantuk
Sirah nggliyeng setengah mabuk
Pidatone rodok umuk

Kita ini pejabat, maka harus amanat
Berjuang demi rakyat, ayo semangat!
(Ayo semangat)
Tunjukkan kita kuat
Punya hati ada niat
Ada tekad tahu bulat. Ayo berbuat
(Kabeh gawe ragat)

Sengkuni paring warta
Dana buto proyek negara
Kabeh kudu iso nanging ojo sembrono
Ola saitik penting ora ketoro

Iki proyek gedhi
Nanging ojo nganti lali
Turahane dikantongi, paman dibagehi
(Sengkuni nagih janji, yen gagal dikeplaki)

Meeting bengi-bengi
Poro-poro mabuk whiski
Bancakan ingkung sing gedi
Semuanya hepi
(Karo gadis seksi si Limbuk Angelasari)

Durmagati dadi menteri
Noto proyek nggo pribadi
Penting dadi kudu bathi
(Tuku Ferarri)

LSM e disangoni
Anggaran kudu setiti
Mlebu kantong metu mburi
(Iki sing digoleki)

Infrastruktur sokor dadi
Kualitas ra peduli
Penting rakyat ora ngerti
(Harap dimaklumi)

Pencitraan nomer siji
Aktif medsos pasang aksi
Macak melas wani rugi
(Yo mes no ti ti)

Durmagati pasang kata motivasi
Dadi aparat kudu iso migunani

Durmogati sidak proyek
Ngakep cerutu, nggandeng cewek
Parfum wangi mambu kelek
Konten sibuk kudu enek

Nyekel cetok noto boto
Etok-etok macak iso
Katon prigel ning ra ceto, ora rumongso
(Elek rapopo)

Dulur kabeh penting oleh
Sanak kadang kudu madhang
Konco kentel dadi kandel, kabeh dicekel
(Polisine cutel)

Proyek sampe iso holidey
Wus ra nggagas mutu bangunane
Dana separo mlebu kantonge
Kari ngatur gampang ngentekne

Yen dadi aparat opo maneh duwe pangkat
Kabeh-kabeh disikat, urip iku nikmat
(Ah bodo amat)

Kembang tebu cokot asu
Yen ra mlebu dadi kuru
Sugih bondho awak lemu, ojo ditiru
(Mung iso ngguyu)

Durmagati dadi menteri
Noto proyek nggo pribadi
Penting dadi kudu bathi
(Tuku ferarri)

LSM e disangoni
Anggaran kudu setiti
Mlebu kantong metu mburi
(Iki sing digoleki)

Infrastruktur sokor dadi
Kualitas ra peduli
Penting rakyat ora ngerti
(Harap dimaklumi)

Pencitraan nomer siji
Aktif medsos pasang aksi
Macak melas wani rugi
(Yo mes no ti ti)

Durmagati pasang kata motivasi
Dadi aparat kudu iso migunani

Lagu ini tetap ramai dibahas karena menggabungkan kritik politik, budaya Jawa, dan bahasa satir dalam satu karya yang mudah diingat. Popularitasnya menunjukkan bahwa pesan tentang integritas pejabat, pencitraan, dan penyalahgunaan kekuasaan masih relevan bagi banyak pendengar.

Source: www.medcom.id
Terbaru