Pedangdut Bebizie resmi mengumumkan jabatan barunya sebagai Ketua DPD PAN Jakarta Utara melalui unggahan di media sosial Threads. Namun, unggahan yang ia bagikan justru menuai kritik karena lebih menonjolkan tim tata rias dan penata rambut ketimbang menjelaskan arah kerja politiknya.
Reaksi publik pun mengalir cepat di kolom komentar. Banyak warganet mempertanyakan mengapa pengumuman jabatan politik itu tidak disertai penjelasan soal program atau prioritas kerja untuk warga Jakarta Utara.
Pamer jabatan, tapi minim isi
Dalam unggahannya, Bebizie menulis, “Bismillah mendapat amanah baru sebagai Ketua DPD PAN Jakarta Utara. MUA @bellawangmakeup Hairdo @revalhairstyle.” Kalimat itu langsung memicu perdebatan karena dianggap tidak menunjukkan keseriusan dalam menyampaikan tanggung jawab politik yang kini diembannya.
Sebagian pengguna Threads menilai unggahan tersebut lebih menyerupai pengumuman tampil di acara hiburan daripada pernyataan seorang wakil rakyat. Kritik itu semakin menguat karena publik justru tidak menemukan informasi tentang visi, misi, maupun target kerja yang akan dijalankan Bebizie setelah menerima amanah baru tersebut.
Kritik publik soal gaya komunikasi
Salah satu komentar yang menonjol datang dari akun @anyaXXX*, yang menyebut seharusnya pengumuman seperti itu diikuti penjelasan tentang program kerja. Komentar tersebut juga menyindir gaya penyampaian Bebizie yang dinilai terlalu berfokus pada penampilan pribadi.
Pernyataan itu mendapat dukungan besar dari pengguna lain dan tercatat disukai lebih dari 13 ribu netizen. Respons tersebut menunjukkan bahwa publik cukup sensitif terhadap gaya komunikasi pejabat atau figur publik yang dianggap tidak sejalan dengan beban jabatan politik.
Sorotan ke soal kapabilitas dan anggaran
Kritik tidak berhenti pada urusan caption unggahan. Sejumlah warganet juga menyoroti kapabilitas Bebizie dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan mempertanyakan keseriusan representasi politik yang ia bawa.
Ada pula komentar yang mengaitkan persoalan itu dengan penggunaan anggaran publik. Seorang netizen bahkan melontarkan sindiran soal biaya makeup yang dianggap terlalu menonjol, sembari mempertanyakan apakah pajak masyarakat hanya habis untuk mendukung penampilan para pejabat.
Wacana soal figur politik dan citra publik
Perdebatan ini ikut membuka kembali pembahasan tentang citra politisi dari kalangan selebritas. Di mata sebagian warganet, partai politik kerap dianggap lebih mudah menampilkan figur yang menarik secara visual ketimbang sosok yang dinilai kuat secara kapasitas dan gagasan.
Unggahan Bebizie akhirnya menjadi sorotan bukan karena isi pesan politiknya, melainkan karena minimnya penjelasan soal tugas yang menyertai jabatan barunya. Situasi ini memperlihatkan bahwa publik kini menuntut lebih dari sekadar pengumuman seremonial, terutama ketika yang berbicara adalah sosok yang sudah memegang jabatan di ranah politik.
Source: www.suara.com






