Drama Doctor on the Edge menempatkan masa lalu Do Ji Ui sebagai pusat perhatian cerita. Sosok yang diperankan Lee Jae Wook itu tidak hanya dikenal sebagai dokter berbakat, tetapi juga sebagai karakter yang membawa luka batin mendalam saat bertugas di Pulau Pyeongdong.
Latar belakang itu membuat setiap keputusan Ji Ui terasa lebih berat. Penonton diajak melihat bahwa sikapnya yang tenang dan tertutup ternyata lahir dari pengalaman pahit yang belum selesai.
Dokter muda dengan masa depan cerah
Sebelum pindah ke Pulau Pyeongdong, Do Ji Ui dikenal sebagai dokter bedah plastik yang sangat mampu. Ia memiliki keterampilan medis yang kuat dan sempat dipandang punya masa depan karier yang menjanjikan.
Gambaran ini penting karena memperlihatkan kontras besar dengan kondisi emosionalnya sekarang. Dari sosok profesional yang menonjol, ia berubah menjadi pribadi yang dibayangi trauma dan rasa bersalah.
Insiden yang mengubah hidupnya
Masa lalu Ji Ui mulai retak setelah ia terlibat dalam insiden tragis di sebuah pulau terpencil. Dalam kejadian itu, sahabatnya yang bernama Seonu meninggal dunia saat menunggu pertolongan.
Peristiwa itu menjadi titik balik yang berat bagi Ji Ui. Sejak saat itu, ia harus hidup dengan ingatan tentang kegagalan yang terus menghantuinya.
Rasa bersalah yang tidak kunjung hilang
Kematian Seonu meninggalkan beban emosional yang besar bagi Ji Ui. Ia merasa gagal menyelamatkan orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Rasa bersalah itu tidak berhenti sebagai perasaan sesaat. Drama ini menunjukkan bahwa luka tersebut terus melekat dan memengaruhi cara Ji Ui memandang dirinya sendiri.
Ditambah kehilangan dari orang terdekat
Sesudah tragedi itu, tunangannya memilih pergi. Keputusan itu muncul karena sang tunangan merasa tak berhak berbahagia bersama Ji Ui setelah kematian Seonu.
Kehilangan ini membuat Ji Ui menghadapi duka berlapis. Ia tidak hanya kehilangan sahabat, tetapi juga kehilangan hubungan yang seharusnya bisa menjadi tempat pulang.
Tekanan dari keluarga Seonu
Situasi Ji Ui semakin berat karena ia juga menerima cercaan dari keluarga Seonu. Mereka menyalahkannya karena dianggap tidak mampu menyelamatkan Seonu.
Tuduhan tersebut menambah beban psikologis yang sudah ia tanggung. Alih-alih mendapat pengertian, Ji Ui justru harus berhadapan dengan penolakan dan penilaian keras dari pihak yang ditinggalkan.
Trauma yang berdampak ke kondisi mental
Trauma yang ia alami membuat Ji Ui menjalani perawatan psikiatri. Ia juga mengonsumsi obat untuk membantu mengendalikan kecemasan yang terus muncul.
Detail ini memperlihatkan bahwa luka masa lalu Ji Ui bukan sekadar masalah emosi biasa. Kondisinya sudah memengaruhi kesehatan mental dan membutuhkan penanganan khusus.
Membentuk sikap kerja yang lebih kaku
Pengalaman pahit itu juga mengubah cara Ji Ui bekerja. Ia menjadi lebih tertutup, lebih berhati-hati, dan sangat berpegang pada prosedur medis.
Sikap tersebut membuat karakternya terlihat disiplin, tetapi sekaligus rapuh di dalam. Di balik ketegasannya, ada usaha keras untuk tetap menjalankan tugas sebagai dokter meski masih dibayangi trauma dan rasa bersalah.
Perjalanan Ji Ui di Doctor on the Edge akhirnya menjadi salah satu sisi paling menarik dari drama ini. Penonton melihat bagaimana masa lalu, kehilangan, dan tekanan batin membentuk seorang dokter yang berusaha menyelamatkan pasien sambil melawan luka dalam dirinya sendiri.
