Ari Irham mengungkap bahwa pendalaman karakter untuk film Seni Merayu Tuhan membawanya pada pemahaman baru tentang fase berduka. Dalam film ini, ia memerankan Hikmah, remaja yang kehilangan ibu dan harus menghadapi kekacauan emosi akibat duka yang belum selesai.
Bagi Ari, tantangan terbesar justru muncul saat harus menampilkan kondisi batin tokoh yang tidak selalu tampak dari luar. Ia menilai, orang yang berduka bisa terlihat biasa saja di hadapan lingkungan, padahal di dalam dirinya terjadi pertarungan yang jauh lebih rumit.
Pendalaman Psikologis Karakter
Ari mengatakan proses membangun Hikmah dimulai dari upaya mempelajari psikologi seseorang saat kehilangan. Ia berusaha memahami bagaimana fase berduka memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan seorang remaja.
Ia melihat Hikmah sebagai sosok yang kebingungan, impulsif, dan kehilangan arah karena sedang berada dalam proses duka. Pandangan itu membuat Ari harus menangkap emosi tokoh secara bertahap, bukan sekadar menampilkan kesedihan dalam satu bentuk yang seragam.
Tokoh yang Sering Disalahpahami
Di mata orang lain, Hikmah kerap dipersepsikan sebagai pemuda yang “tersesat”. Prasangka itu muncul karena perilakunya terlihat jauh dari nilai spiritual yang menjadi latar penting dalam cerita film tersebut.
Namun, Ari menegaskan Hikmah bukanlah karakter yang buruk. Tokoh itu tetap menjalankan pekerjaannya sebagai videografer dan tetap bertanggung jawab, meski sedang berada dalam masa sulit yang memengaruhi kondisi batinnya.
Pelajaran tentang Kedewasaan
Ari menilai pengalaman memerankan Hikmah juga memberinya ruang refleksi tentang proses menjadi dewasa. Ia menyebut kedewasaan hadir lewat keberanian mengakui kesalahan, berdamai dengan masa lalu, dan menerima kekurangan diri.
Menurutnya, tantangan itu terasa dekat karena dirinya juga masih mempelajari hal serupa. Dari karakter Hikmah, Ari menangkap bahwa pertumbuhan seseorang tidak berlangsung instan dan membutuhkan proses panjang.
Film Adaptasi dari Buku
Seni Merayu Tuhan diangkat dari buku berjudul sama karya Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Film drama ini juga dibintangi Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, dan Arie Kriting.
Film tersebut disutradarai Cesa David Luckmansyah dan diproduksi Wahana Kreator. Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Source: lifestyle.bisnis.com






