Ruben Onsu Ungkap Perjuangan Besar untuk Jordi, Dari Bayi hingga Hidup Berkecukupan

Ruben Onsu kembali menyinggung hubungan yang memanas dengan adiknya, Jordi Onsu, dan menegaskan satu hal yang menurutnya tidak boleh dilupakan: perjuangannya sejak kecil untuk mengangkat kehidupan sang adik. Dalam pernyataannya, Ruben menyebut ada bagian dari pencapaian Jordi hari ini yang tak lepas dari kerja kerasnya sendiri.

Ia menempatkan konflik keluarga ini bukan sekadar soal ucapan yang menyakitkan, tetapi juga soal penghargaan atas perjalanan panjang yang sudah dilalui bersama. Ruben mengatakan keluarga mereka bukan berasal dari latar belakang kaya, sehingga setiap perubahan hidup yang lebih baik datang dari usaha, bukan kemewahan yang sudah ada sejak awal.

Ruben Ingatkan Pengorbanan Sejak Jordi Kecil

Dalam cuplikan yang dikutip dari kanal YouTube Nanda Persada dan diberitakan www.beritasatu.com, Ruben menyampaikan bahwa ia ikut berjuang agar Jordi bisa hidup lebih layak. Ia bahkan menyebut ada “keringat” yang ikut mengalir dalam kehidupan sang adik karena perannya sebagai kakak.

“Kalau lu inget tentang gue tentang yang buruknya, bagaimana saya? Buruknya kamu ketika disepelekan oleh kamu. Tetapi saya bertekad untuk mengangkat derajat kamu, karena ingat kita ini bukan anak orang kaya, bukan orang berada. Jadi di darahmu pernah ada keringat saya, yang saya berikan karena kamu adik saya,” ungkap Ruben.

Pokok PernyataanIsi
Hubungan keluargaRuben dan Jordi adalah kakak-adik
Latar keluargaBukan berasal dari keluarga kaya raya
Pesan utama RubenIa mengaku berjuang untuk mengangkat derajat Jordi
Garis besar konflikRuben merasa pengorbanannya tidak dihargai

Kekecewaan karena Tak Ada Itikad Baik

Ruben juga mengaku kecewa karena merasa niat baik yang selama ini ia lakukan tidak dihargai. Menurutnya, bukan permintaan maaf atau upaya memperbaiki hubungan yang muncul, melainkan justru ucapan-ucapan yang makin menyakitkan.

Ia menilai sikap diam yang diambilnya tidak menghentikan konflik, karena menurutnya semakin dibiarkan, semakin banyak pernyataan yang keluar. Ruben pun menegaskan kembali bahwa mereka memiliki darah yang sama, sehingga persoalan ini baginya terasa sangat personal.

Lu mau ucap maaf, lu mau datang, ada enggak? Semakin gue diemin, semakin banyak berkicau ucapannya. Seperti dia lupa kalau kita punya darah yang sama,” tegasnya.

Kenangan Saat Orang Tua Tidak Ada di Sisi Mereka

Di tengah konflik yang berkembang, Ruben turut mengenang masa ketika kedua orang tua mereka tidak bisa mendampingi. Ia mengatakan sejak Jordi masih bayi, dirinya sudah terlibat langsung mengurus dan menggendong adiknya.

Pengakuan itu menunjukkan bahwa hubungan mereka bukan hanya soal status kakak dan adik, tetapi juga soal peran yang ia ambil sejak sangat dini. Ruben menekankan bahwa kondisi keluarga saat itu membuat mereka harus saling mengandalkan satu sama lain.

“Bahkan ketika dia masih bayi pun gue yang timang dan yang gendong dia juga. Ibu enggak ada, bapak juga enggak ada, gimana ceritanya? Ini cuma kita yang kepengin kakak kita dilihat, adik kita juga dilihat, itu saja,” pungkas Ruben.

Pernyataan Ruben memperlihatkan bahwa konflik dengan Jordi tidak hanya menyentuh persoalan ucapan, tetapi juga ingatan panjang tentang pengorbanan, kebersamaan, dan perjuangan keluarga. Dalam pandangannya, semua itu seharusnya menjadi alasan untuk saling menghargai, bukan justru memperlebar jarak di antara keduanya.

Source: www.beritasatu.com
Terkait