Harry Terancam Tagihan Biaya Kasus Rp365,6 Miliar, Didorong Bantuan Elton John

Pangeran Harry disebut menghadapi tagihan biaya hukum yang sangat besar setelah kalah dalam gugatan melawan Daily Mail terkait tuduhan pengumpulan informasi yang melanggar hukum. Biaya yang harus dibayar bersama para penggugat lain disebut bisa mencapai 15 juta pounsterling atau sekitar Rp365,6 miliar.

Yang membuat situasinya semakin rumit, para penggugat hanya punya waktu 14 hari untuk membayar setelah hakim menetapkan biaya pada akhir bulan ini, termasuk bila mereka ingin mengajukan banding. Seorang sumber dekat yang dikutip Page Six mengatakan, “Harry jelas tidak punya uang untuk itu.”

Tekanan Finansial Setelah Kekalahan di Pengadilan

Kekalahan ini datang setelah Harry bersama sejumlah pihak lain dinyatakan gagal membuktikan tuduhan mereka terhadap Daily Mail pada 8 Juli 2026. Dalam perkara itu, Harry, Elton John, David Furnish, Elizabeth Hurley, Sadie Frost, Doreen Lawrence, dan Sir Simon Hughes menuding jurnalis Daily Mail dan Mail on Sunday melakukan peretasan telepon, penyadapan telepon rumah, serta pemasangan alat sadap di rumah dan mobil.

Associated Newspapers, penerbit yang menaungi Daily Mail, MailOnline, The Mail on Sunday, Metro, Metro.co.uk, i newspaper, inews.co.uk, dan New Scientist, membantah seluruh klaim tersebut. Hakim Nicklin kemudian mencatat bahwa para penggugat “terbuka untuk kritik” atas cara beberapa bagian kasus diajukan.

AspekInformasi
Perkiraan biaya hukum15 juta pounsterling
SetaraRp365,6 miliar
Batas waktu pembayaran14 hari
Hasil perkaraPenggugat kalah melawan Daily Mail

Nama-Nama Besar yang Ikut Terseret

Di antara nama yang ikut dalam gugatan itu, Elton John disebut sebagai salah satu sosok yang berpeluang membantu Harry menanggung biaya kasus. Sumber hukum yang mengetahui perkara tersebut mengatakan orang-orang yang mendanai kasus ini kemungkinan akan membantu Harry dengan biaya, dan Elton John juga bisa ikut membantu karena hubungan keduanya sangat dekat.

Sumber lain yang disebut Page Six menambahkan bahwa Meghan Markle kemungkinan akan sangat marah dengan biaya tersebut dan tidak ingin Harry melanjutkan kasus ini. Ada juga peluang bantuan dari pewaris mendiang taipan Formula 1 Max Mosley bersama kelompok kampanye Hacked Off, yang dituding membantu mendanai penelitian para penggugat.

Hakim Nicklin dalam pernyataannya menilai tuduhan itu sangat serius, tetapi tidak secara konsisten didasarkan pada pernyataan yang diidentifikasi sebagai kebohongan yang disengaja. Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan dalam putusan yang membuat pihak penggugat gagal membuktikan klaim mereka.

Kasus ini menjadi bab terbaru dari rangkaian panjang konflik Harry dengan media Inggris. Sebelumnya, ia menggugat Mirror Group Newspapers atas pengumpulan informasi yang melanggar hukum dan sempat memenangkan sebagian sebelum kasus itu selesai, lalu menggugat News Group Newspapers atas isu serupa yang juga berakhir di luar pengadilan.

Pada 2022, Harry juga menggugat Associated Newspapers terkait pencemaran nama baik atas artikel yang menyangkut gugatannya terhadap pemerintah. Gugatan itu kemudian ditarik, sementara perkara terhadap pemerintah yang berkaitan dengan pengaturan keamanan juga berakhir kalah.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait