Komedian Mongol Stress memilih langsung terbang dari Bali ke Jakarta setelah memastikan kabar meninggalnya Temon. Ia datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada sosok yang ia sebut sebagai abang, mentor, sekaligus sahabat di awal kariernya.
Kehadiran Mongol di ibadah pelepasan Temon di GPIB Effatha, Jakarta Selatan, Senin (13/7), menjadi momen emosional di tengah duka para pelayat. Ia menegaskan bahwa Temon bukan hanya senior di dunia hiburan, melainkan juga figur yang banyak memberinya pelajaran sebagai komedian muda.
Temon yang Diingat Mongol Bukan Sekadar Senior
Dalam pernyataannya, Mongol menekankan bahwa Temon tidak pernah menempatkan diri seolah lebih tinggi dari komedian lain. Menurut dia, Temon justru sering menunjukkan sikap rendah hati dan membuka ruang saling belajar di panggung maupun di luar panggung.
“Satu hal yang Mongol ingat adalah beliau sosok yang tidak merasa dirinya lebih senior dari yang lain. Memang mereka lebih senior dibandingkan Mongol. Beliau selalu kayak gini, ‘Gue mungkin pelawak, tapi gue bukan senior komedian,’” kata Mongol.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Tempat ibadah pelepasan | GPIB Effatha, Jakarta Selatan |
| Waktu ibadah pelepasan | Senin (13/7), pukul 11.00 WIB |
| Tempat pemakaman | TPU Tanah Kusir |
| Penyebab meninggal | Serangan jantung |
Mongol juga mengenang bagaimana Temon memberi contoh lewat pengalaman panggung dan dunia akting. Ia mengatakan keduanya saling bertukar pelajaran, termasuk saat Temon mengucapkan selamat ketika Mongol mendapat sinetron pertama.
“Beliau menunjukkan bagaimana penguasaan panggungnya. Jadi kami saling tukar, saling belajar. Oh, beliau sebagai pelawak punya pengalaman begini, beliau main sinetron ternyata begitu. Saat gue dapat sinetron pertama, beliau juga yang mengucapkan selamat,” ujarnya.
Datang Cepat Setelah Mendengar Kabar Duka
Mongol mengaku sempat tidak langsung percaya saat mendengar Temon meninggal dunia. Ia baru yakin setelah mengecek kabar itu sendiri dan melihat informasi dari Abdel serta Cak Lontong.
“Pas dapat info meninggalnya beliau, saya langsung googling, ‘Bener enggak sih?’ Karena kan Mongol udah gak tinggal di Ponja (Pondok Jaya), sudah ke luar kota, sudah ke luar dari DKI,” kata Mongol.
Ia menambahkan bahwa pada awalnya belum banyak pemberitaan yang muncul saat ia mencari kabar itu di internet. Keyakinannya baru muncul setelah Cing Abdel memasang status, lalu informasi di mesin pencari mulai bermunculan.
“Jadi pas googling enggak ada beritanya. Nah baru Mongol percaya setelah Cing Abdel sama Cak Lontong. Cing Abdel pasang status, Mongol langsung, ‘Oh berarti bener,’ gitu. Terus enggak lama di Google udah mulai ada,” lanjutnya.
Setelah memastikan kabar tersebut, Mongol yang kini tinggal di Bali langsung berangkat ke Jakarta untuk melayat. Setibanya di ibu kota, ia langsung menuju tempat ibadah pelepasan sekitar pukul 08.00 WIB sebelum prosesi berlangsung.
Setelah melihat jenazah, Mongol juga sempat membeli sejumlah kue untuk dibagikan kepada para pelayat yang hadir di rumah duka. Sikap itu memperlihatkan kedekatannya dengan Temon dan penghormatan yang ia berikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun akibat serangan jantung. Komedian sekaligus aktor bernama lengkap Simson Rarameha Ngadang itu lahir pada 28 Desember 1966 dan dikenal dengan nama panggung Temon atau Temon Templar.
Karier Temon di dunia hiburan Indonesia dimulai sejak awal 1990-an. Jejak panjang itu membuat namanya dikenal luas di kalangan komedian dan aktor Tanah Air hingga akhir hayatnya.
