DJ Kalahkan Dokter di Amerika, Begini Arah Cita-Cita Kerja yang Bergeser

Author: Qoo Media

Disjoki atau DJ kini menjadi pekerjaan impian yang lebih banyak dicari warga Amerika Serikat dibanding dokter. Temuan ini muncul dalam data terbaru Remitly tentang profesi paling diincar di 145 negara, dan menunjukkan perubahan besar pada arah cita-cita kerja sejak studi serupa pertama kali dilakukan pada 2022.

Di Amerika Serikat, DJ menduduki posisi ke-10 pekerjaan paling diimpikan dengan 97.930 pencarian. Angka itu menempatkannya di atas dokter yang berada di posisi ke-16 dengan 79.860 pencarian, padahal profesi medis tersebut sebelumnya sempat bertengger di posisi ke-11.

DJ Makin Menarik di Sejumlah Negara

Popularitas DJ tidak hanya terlihat di Amerika Serikat. Profesi ini juga menjadi pekerjaan impian di Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia, sehingga daya tariknya meluas ke beberapa negara berbahasa Inggris.

Remitly merilis data itu sebagai gambaran bagaimana tren profesi impian bergeser cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa pilihan pekerjaan yang dulu dianggap aman atau prestisius tidak selalu menjadi yang paling banyak dicari lagi.

Profesi Posisi Jumlah Pencarian
DJ 10 97.930
Dokter 16 79.860
Prompt Engineer Tidak disebutkan 5.500 secara global

Prompt Engineer Belum Menyusul

Di tengah ramainya pembicaraan soal kecerdasan buatan, profesi prompt engineer ternyata belum menembus minat yang besar. Dalam data yang sama, pekerjaan baru ini hanya mencatat sekitar 5.500 pencarian di seluruh dunia.

Angka tersebut membuatnya jauh tertinggal dari DJ dan dokter. Situasi ini menarik karena profesi berbasis AI sempat diprediksi akan menjadi magnet baru di pasar kerja kreatif dan digital.

Realita Industri Musik yang Tetap Ketat

Meski terlihat menjanjikan di atas kertas, jalur menuju karier DJ tidak otomatis mudah. Survei Pete Tong DJ Academy pada 2025 terhadap 15.000 musisi menunjukkan 61 persen DJ pendatang baru menilai jumlah pengikut di media sosial kini lebih penting daripada kemampuan bermusik.

Survei yang sama juga mencatat 62 persen responden menganggap industri ini eksklusif dan sulit ditembus. Artinya, popularitas DJ sebagai cita-cita kerja masih berhadapan dengan persaingan ketat, termasuk tuntutan algoritma media sosial yang ikut menentukan peluang tampil ke permukaan.

Temuan Remitly dan survei Pete Tong DJ Academy sama-sama memberi gambaran bahwa pekerjaan impian tidak selalu sejalan dengan kemudahan masuk ke dalam industrinya. Di balik minat yang tinggi, ada tantangan besar yang tetap harus dihadapi calon DJ sebelum benar-benar bisa bertahan.

(ELG)

Source: www.medcom.id
Terbaru