Film thriller psikologis AUTOPSY: Dead Body Can Talk menempatkan ruang autopsi sebagai pusat ketegangan, bukan sekadar latar belakang cerita. Lewat pendekatan forensic psychological thriller, film ini menjanjikan investigasi medis yang dingin, presisi, dan menyimpan misteri besar.
Diproduksi Karya Kreatif Utama, film ini dibintangi Masayu Anastasya dan terinspirasi dari kisah nyata Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti. Sosok Sumy dikenal sebagai ahli forensik wanita pertama di Asia Tenggara, dan namanya dipilih sebagai tokoh utama karena dinilai paling tepat untuk membawa kedekatan emosional dalam cerita.
Autopsi sebagai sumber petunjuk utama
Dalam film ini, jasad bukan hanya objek pemeriksaan, tetapi menjadi saksi kunci untuk membongkar kejahatan yang selama ini disembunyikan. Setiap goresan, lebam, hingga zat asing di dalam tubuh jenazah dianalisis secara medis untuk menemukan petunjuk yang mengarah pada keadilan bagi para korban.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Judul film | AUTOPSY: Dead Body Can Talk |
| Genre | Forensic psychological thriller |
| Bintang utama | Masayu Anastasya |
| Sumber inspirasi | Kisah nyata Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti |
Rina Tarigan selaku penulis cerita mengatakan ide awal film ini lahir dari pemikiran sederhana bahwa kisah yang diangkat dari peristiwa nyata akan memiliki kedekatan emosional. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Metropole, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Juli 2026, saat film ini diumumkan ke publik.
Atmosfer dingin tanpa mengandalkan horor supranatural
Trailer perdana berdurasi 2 menit 25 detik memperlihatkan suasana ruang forensik yang dingin dan penuh teka-teki. Ozan Ruz selaku sutradara ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional dr. Hastry melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan.
Ozan juga menegaskan bahwa kekuatan utama film ini bukan unsur supranatural, melainkan empati dan pendekatan psikologis pada karakter. Dari sisi cerita, film ini menyoroti kesunyian ruang autopsi yang jarang terekspos publik, padahal memiliki peran vital dalam proses penegakan keadilan.
Poster perdana dan fokus cerita
Poster perdana film ini menampilkan Dr. Sumy Hastry sebagai karakter sentral yang memegang kunci utama alur cerita. Fokus itu mempertegas bahwa AUTOPSY: Dead Body Can Talk ingin menempatkan pengalaman medis dan penyelidikan forensik sebagai pusat dramanya.
Dengan pendekatan tersebut, film ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari thriller horor pada umumnya. Kisahnya bertumpu pada realitas medis, detail tubuh jenazah, dan tekanan psikologis yang muncul saat kebenaran perlahan dibongkar dari ruang autopsi.
Source: www.suara.com






