Lucky Hakim Janji Jadi Orangtua Asuh, Duka Pantura Indramayu Kian Mengiris

Tragedi di Jalur Pantura Indramayu meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari sekadar angka korban. Bupati Indramayu Lucky Hakim menyatakan siap menjadi orangtua angkat bagi anak-anak yang kehilangan orangtua dalam kecelakaan maut itu.

Langkah itu muncul setelah Lucky menjenguk korban di rumah sakit dan mendatangi rumah duka. Di tengah suasana berduka, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lepas tangan terhadap keluarga yang terdampak.

Janji Menjadi Orangtua Angkat

Perhatian Lucky tertuju pada dua anak balita yang selamat dari peristiwa tersebut, namun harus kehilangan ibu mereka. Korban yang meninggal disebut sebagai seorang ibu tunggal yang ikut menjadi korban tewas dalam kecelakaan itu.

Dalam pernyataannya kepada media, Lucky mengatakan siap menempuh proses adopsi secara formal sesuai aturan hukum. Ia juga menekankan bahwa langkah itu tetap harus mendapat restu dari pihak keluarga dan wali.

Bagi Lucky, duka ini bukan hanya milik keluarga korban, tetapi juga duka masyarakat Indramayu. Karena itu, ia menilai pendampingan terhadap anak-anak yang ditinggalkan harus dilakukan secara menyeluruh.

Pendampingan dan Trauma Healing Jadi Prioritas

Pemulihan fisik dan trauma healing menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pendampingan itu diarahkan untuk membantu anak-anak korban melewati dampak psikologis setelah kehilangan orangtua dalam kecelakaan tersebut.

Dalam kunjungannya, Lucky juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati. Ia mengakui bahwa bantuan materi tidak akan mampu menggantikan nyawa yang hilang, tetapi berharap setidaknya dapat meringankan beban keluarga.

Melalui pernyataannya, Lucky juga menyampaikan doa agar para korban mendapatkan husnul khatimah. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan luar biasa menghadapi kehilangan besar ini.

Tragedi yang Memicu Alarm Keselamatan

Kecelakaan itu terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan warga usai menghadiri acara pernikahan hancur setelah dihantam dua truk dari arah berbeda.

Hingga kini, 12 orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya masih menjalani perawatan intensif. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat bersama kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Lucky menilai tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Evaluasi terhadap pengawasan kendaraan angkutan penumpang dan penegakan aturan keselamatan di jalan raya disebut perlu dilakukan secara menyeluruh.

Source: www.suara.com
Terkait