Ruben Onsu Menilai Ajakan Damai Sarwendah, yang Dipertanyakan Justru Tindakan Nyatanya

Upaya damai antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan setelah pihak Ruben menilai ajakan itu belum terlihat dalam tindakan nyata. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menegaskan kliennya masih kesulitan bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya.

Menurut Minola, damai bukan sekadar pernyataan, melainkan harus diwujudkan lewat langkah yang bisa dirasakan langsung. Ia menyebut Ruben masih belum leluasa menjalankan pola pengasuhan bersama sebagaimana yang diharapkan.

Co-Parenting Masih Dipersoalkan

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Minola menyebut bahwa jika pihak Sarwendah ingin berdamai dan menjalankan co-parenting, maka kesepakatan yang tertuang dalam Akta 39 seharusnya dijalankan. Namun, hingga kini Ruben disebut masih mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya.

“Kalau pihak S mau berdamai dan menjalankan co-parenting anak-anaknya agar hak asuh tetap di tangannya, ya jalankan perjanjian sesuai Akta 39. Namun sampai sekarang Ruben masih kesulitan bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya, jadi gimana mau damai?” ucap Minola, dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Kamis (16/7/2026).

Pihak Ruben menilai wacana damai yang diucapkan Sarwendah belum dibarengi tindakan yang konkret. Dari sudut pandang mereka, kondisi itu membuat ajakan damai terdengar seperti retorika belaka.

Gugatan Hak Asuh Dinilai Jadi Jalan Yang Dipilih Ruben

Minola menegaskan, keadaan tersebut menjadi salah satu alasan Ruben akhirnya menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu disebut dilayangkan demi memperjuangkan anak-anaknya dari lingkungan yang menurut Ruben tidak aman.

“Kalau S bilang dia peduli anak, sayang anak tetapi tidak melakukan upaya apa pun untuk merealisasikan keinginan Ruben malah hanya terkesan omon-omon maka wajar Ruben mengajukan gugatan itu demi memperjuangkan anak-anaknya dari lingkungan yang menurut Ruben tidak aman,” tegas Minola.

Yang Dianggap Lebih Nyata Dari Sekadar Ucapan

Minola juga menyampaikan bahwa sejak awal Sarwendah seharusnya tidak berhenti pada pernyataan ingin berdamai atau menjalankan pola asuh bersama. Ia menilai yang lebih penting adalah tidak menyulitkan Ruben sebagai ayah kandung untuk bertemu Thalia dan Thania sesuai kesepakatan dalam Akta 39.

Ia menambahkan, langkah yang paling konkret adalah mengatur jadwal agar Ruben mendapat waktu berkumpul bersama anak-anaknya selama 2-3 hari dalam satu minggu. Menurutnya, tindakan seperti itu akan terasa lebih nyata daripada sekadar ucapan damai.

“Jadi sebenarnya enggak perlu bilang saya mau damai, mau co-parenting atau segala macam. Sebenarnya enggak usah hanya retorika karena pernyataan apa pun yang kita sampaikan tetap tidak akan lebih baik dari suatu perbuatan yang nyata,” ujarnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa konflik antara kedua pihak belum bergerak ke arah yang benar-benar cair. Selama akses Ruben untuk bertemu anak-anaknya masih dianggap terhambat, ajakan damai dari Sarwendah akan terus dipandang kurang meyakinkan oleh kubu Ruben.

IsuSikap Pihak RubenDetail yang Disorot
Ajakan damaiBelum dianggap nyataDinilai masih sebatas ucapan
Co-parentingHarus dijalankanMerujuk pada kesepakatan Akta 39
Akses bertemu anakMasih sulitRuben disebut kesulitan bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya
Jalan hukumSudah ditempuhGugatan hak asuh diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Dengan posisi masing-masing yang masih jauh, konflik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya belum menemukan titik temu. Sampai ada langkah yang dianggap lebih konkret, persoalan ini masih akan bertumpu pada soal akses bertemu anak dan pelaksanaan kesepakatan yang sudah ada.

Source: www.beritasatu.com
Terkait