Milei Protes Kapal Perang Inggris Dekati Malvinas, Tapi Tegaskan Ini Bukan Soal Sepak Bola

Presiden Argentina Javier Milei mengajukan protes resmi ke Inggris terkait pergerakan kapal perang HMS Medway di dekat Kepulauan Malvinas. Langkah itu muncul hanya beberapa jam setelah timnas Argentina menekuk Inggris di semifinal Piala Dunia, tetapi Milei menegaskan dua hal itu tidak boleh dicampuradukkan.

Protes diplomatik yang langsung dipasang

Kementerian Luar Negeri Argentina menyatakan telah menyampaikan penolakan keras atas pergerakan HMS Medway di dekat Kepulauan Malvinas, yang oleh Inggris disebut Kepulauan Falkland. Argentina menuduh kapal itu melintasi perairan teritorial Argentina tanpa pemberitahuan sebelumnya yang dipersyaratkan.

Menurut pernyataan resmi yang dibagikan di X oleh Menteri Luar Negeri Pablo Quirno, nota protes itu sudah diserahkan ke Kedutaan Besar Inggris di Buenos Aires pada 13 Juli. Argentina menyebut insiden tersebut terjadi pada 1 dan 2 Juli, saat HMS Medway berlayar menuju Punta Arenas, Chile.

PeristiwaDetailKeterangan
Objek protesHMS MedwayKapal perang Inggris
Lokasi yang dipersoalkanPerairan dekat Kepulauan MalvinasInggris menyebutnya Kepulauan Falkland
Waktu yang disebut Argentina1-2 JuliSaat kapal berlayar ke Punta Arenas, Chile
Nota protes disampaikan13 JuliKe Kedutaan Besar Inggris di Buenos Aires

Ketegangan di Atlantik Selatan

Dalam nota diplomatik itu, Argentina menilai pelayaran HMS Medway telah meningkatkan ketegangan di Atlantik Selatan. Buenos Aires juga menyebut tindakan sepihak Inggris itu tidak sejalan dengan resolusi PBB dan melemahkan upaya penyelesaian damai atas sengketa kedaulatan.

Argentina kemudian menegaskan kembali hak kedaulatannya atas Kepulauan Malvinas, Georgia del Sur, dan Sandwich del Sur, beserta wilayah maritim di sekitarnya. Dalam pernyataan itu, wilayah tersebut juga disebut dengan nama Inggrisnya, yakni Falkland, South Georgia, dan South Sandwich Islands.

Pesan Milei setelah kemenangan atas Inggris

Quirno menuliskan di X, “Dalam diplomasi, pekerjaan tidak digembar-gemborkan seperti halnya tujuan, tetapi kita didorong oleh keyakinan yang sama: kebanggaan menjadi orang Argentina dan pembelaan terus-menerus atas kepentingan kita.” Pernyataan itu menambah sorotan pada langkah diplomatik Argentina di tengah suasana nasional yang sedang merayakan kemenangan olahraga.

Namun Milei justru memilih meredam euforia itu. Dalam wawancara dengan Radio Mitre, ia mengatakan kemenangan timnas atas Inggris “hanyalah sebuah pertandingan sepak bola” dan tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan Malvinas.

“Kita tidak boleh mencampuradukkan kedua hal itu. Jangan sampai kita membingungkan masalah ini. Kepulauan Malvinas akan direbut kembali melalui diplomasi yang bijaksana, bukan melalui pertunjukan patriotisme murahan,” kata Milei.

Ia juga menyebut pemerintah telah membuat kemajuan besar di bidang diplomasi dan berhasil membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa mewajibkan Inggris untuk duduk dan berbicara dengan Argentina. Meski begitu, Milei menegaskan kembali bahwa hasil pertandingan tetap hanya hasil pertandingan, sambil tetap memuji langkah Albiceleste melaju ke final Piala Dunia.

Pernyataan dan nota protes itu memperlihatkan dua jalur yang berjalan bersamaan di Buenos Aires: emosi publik atas kemenangan sepak bola, dan dorongan diplomatik yang tetap dipusatkan pada sengketa Malvinas. Di tengah keduanya, pemerintah Argentina berusaha menjaga agar isu kedaulatan tidak tenggelam oleh euforia olahraga.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait