Giorgio Antonio Pilih Tidak Marah, Rumor soal Sarwendah Akan Dihadapi Secara Hukum

Giorgio Antonio memilih tidak membalas rumor dan tuduhan negatif tentang dirinya serta Sarwendah dengan kemarahan. Namun, ia menegaskan informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk merugikan orang lain dapat ditempuh melalui proses hukum.

Pernyataan itu disampaikan Giorgio dalam video yang diunggah pada Rabu (15/7). Unggahan tersebut muncul ketika namanya kembali terseret dalam polemik Sarwendah dan Ruben Onsu.

Giorgio membuka pesannya dengan menyampaikan kondisi dirinya dan Sarwendah. Ia mengatakan keduanya dalam keadaan sehat setelah mengambil waktu sejenak dari media sosial.

Menurut Giorgio, jeda tersebut dipakai untuk memberi ruang agar ia dan Sarwendah dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Ia juga menggunakan kesempatan itu untuk berbicara langsung kepada para pengikutnya di Instagram.

Memilih Tenang di Tengah Rumor

Dalam video itu, Giorgio mengakui banyak rumor, tuduhan yang tidak benar, serta cerita negatif beredar mengenai dirinya dan Sarwendah. Ia menyebut tidak semua orang mengetahui kehidupan pribadi maupun hal-hal yang telah mereka lalui.

“Kami memilih tidak menanggapinya dengan kemarahan atau kebencian karena kami memahami bahwa banyak orang tidak benar-benar mengenal kami secara pribadi maupun mengetahui kebenaran dari apa yang telah kami lalui,” kata Giorgio.

Sikap tersebut, menurut Giorgio, bukan berarti semua informasi yang beredar akan dibiarkan begitu saja. Ia membedakan antara kesalahpahaman dengan tindakan membuat dan menyebarkan informasi palsu secara sengaja.

“Namun, bagi mereka yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan merugikan orang lain, kami percaya bahwa proses hukum yang semestinya perlu dijalankan,” lanjutnya.

Giorgio tidak menjabarkan lebih lanjut rumor atau tuduhan tertentu yang dimaksud dalam pernyataannya. Ia juga tidak memerinci langkah hukum yang akan ditempuh terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi palsu.

Ucapan Terima Kasih untuk Pendukung dan Mitra

Di tengah situasi tersebut, Giorgio menyampaikan apresiasi kepada penggemar yang tetap mendukung dirinya dan Sarwendah. Ia juga berterima kasih kepada berbagai brand serta mitra yang terus memberikan kepercayaan kepada keduanya.

“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kalian yang tidak pernah goyah kepada kami,” ujar Giorgio. Ia menilai dukungan tersebut penting ketika banyak narasi negatif beredar di media sosial.

Giorgio turut menyampaikan pesan agar komunitas di media sosial dapat menyebarkan kebaikan, kasih sayang, dan energi positif. Ia meminta agar hal-hal negatif tidak dijadikan penentu identitas seseorang.

Dalam pernyataan yang sama, Giorgio mengatakan telah memaafkan pihak-pihak yang salah paham atau menghakimi dirinya dan Sarwendah secara tidak adil. Pesan itu disampaikan bersamaan dengan penegasan bahwa penyebaran informasi palsu yang merugikan tetap perlu ditangani sesuai jalur hukum.

Bersamaan dengan Sidang Hak Asuh

Pernyataan Giorgio bertepatan dengan sidang perdana gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu terhadap Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (15/7). Polemik tersebut membuat hubungan Giorgio dengan keluarga Sarwendah ikut menjadi sorotan.

Ruben sebelumnya beberapa kali menegur Giorgio agar memahami posisi dan bersikap sesuai porsinya sebagai pasangan Sarwendah. Ruben juga meminta Giorgio tidak mengambil keputusan yang berkaitan dengan ketiga anaknya.

Menurut Ruben, keputusan yang diambil pihak lain terkait anak-anak berpotensi membuat peran ayah kandung semakin asing di mata mereka. Salah satu hal yang disorot Ruben adalah video Giorgio yang memberi izin anak-anak memakan permen karet sebelum Sarwendah memberikan jawaban atau persetujuan.

Giorgio tidak menyinggung secara khusus teguran Ruben dalam video yang diunggahnya. Fokus pesannya tertuju pada kondisi dirinya dan Sarwendah, dukungan yang mereka terima, serta sikap terhadap rumor yang dianggap tidak benar.

Dengan pernyataan tersebut, Giorgio menekankan pilihan untuk tidak membalas tuduhan dengan kebencian. Pada saat yang sama, ia menyatakan tindakan yang disengaja untuk menyebarkan informasi palsu dan merugikan orang lain tetap dapat dibawa ke proses hukum.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait