Kirana Larasati Hapus Tato, Biayanya Bisa 50 Kali Lipat dari Saat Membuatnya

Proses menghapus tato yang dijalani Kirana Larasati bukan hanya menyakitkan, tetapi juga membutuhkan biaya besar. Artis peran ini menyebut ongkos penghapusan tato dapat mencapai 40 hingga 50 kali lipat dibanding biaya saat membuatnya.

Dari delapan tato yang pernah dimilikinya, kini hanya tersisa satu tato yang masih dalam proses penghapusan. Tato terakhir tersebut disebut memiliki tinta berwarna sehingga lebih sulit dihilangkan dengan laser.

Lewat unggahan di Threads, Kirana menggambarkan rasa sakit selama prosedur itu dengan sangat keras. “Jangan tanya sakit enggak lasernya. Kayak disayat-sayat pakai pisau neraka,” tulisnya.

Proses laser dilakukan berulang kali

Penghapusan tato tidak selesai dalam satu kali tindakan karena laser perlu dilakukan berulang. Kirana juga harus memberi waktu pemulihan sekitar 10 sampai 15 hari pada setiap sesi.

Ia menjalani prosedur tersebut di Indonesia dan Korea. Menurut pengakuannya yang dikutip entertainment.kompas.com, teknik serta mesin laser yang digunakan di kedua negara menjadi bagian dari proses panjang yang sedang ditempuhnya.

Rincian ProsesKeterangan dari Kirana Larasati
Jumlah tato awal8 tato
Tato yang tersisa1 tato, masih dalam proses penghapusan
Biaya penghapusanSekitar 40–50 kali lebih mahal dari biaya membuat tato
Masa pemulihan per sesi10–15 hari
Sesi di Korea3 kali
Sesi di Jakarta5 kali

Kirana mengatakan satu kali kunjungan dapat mencakup laser untuk beberapa tato sekaligus. Namun, tagihan minimal untuk satu sesi yang dijalaninya disebut bisa mencapai Rp25 juta.

“Hapus tato harganya juga beda-beda tipis. Pokoknya sekali datang 1 sesi, beberapa tato dilaser, minimal Rp25 juta bill-nya,” tulis Kirana.

Biaya tersebut tidak selalu sama untuk setiap orang karena ukuran serta tingkat kerumitan tato ikut menentukan prosesnya. Kirana menambahkan, tato yang kecil dan sederhana kemungkinan tidak membutuhkan biaya sebesar yang ia keluarkan.

Ada prosedur yang membutuhkan sedasi

Rasa sakit menjadi tantangan utama dalam penghapusan tato yang dijalani Kirana. Ia mengungkapkan ada tindakan yang membuat seseorang tetap sadar sambil menjerit dan menangis.

Pada kondisi tertentu, sedasi diperlukan karena prosedurnya terlalu menyakitkan dan berlangsung lama. Situasi ini terutama dapat terjadi pada tato yang berukuran besar.

“Beberapa dalam keadaan sadar dan menjerit menangis, beberapa disedasi karena terlalu sakit dan lama karena ukurannya ada yang besar,” ungkapnya. Keterangan itu memperlihatkan bahwa penghapusan tato dapat menjadi proses yang jauh lebih berat daripada saat pemasangannya.

Refleksi atas keputusan di masa muda

Kirana juga membagikan alasan di balik keputusan membuat tato ketika masih muda. Saat itu, ia memandang tato sebagai pengingat atas pengalaman pahit, identitas, dan bentuk ekspresi diri.

Namun, pandangannya kini berubah seiring proses yang dijalaninya. “Dulu melihat ke luar. Sekarang melihat ke ‘dalam’,” tulis Kirana mengenai perubahan arah dalam hidupnya.

Ia pun mengingat respons orang tuanya ketika melihat tato pertamanya. Kirana mengaku baru memahami peringatan tersebut setelah memutuskan menjalani penghapusan tato.

“Memang bener kata orang tua pas lihat tato pertamaku, ‘Ya Allah, ngapain sih kamu begitu?! Liat saja ntar tuanya nyesel.’ Beneran deh kejadian,” tulisnya. Kini, satu tato terakhir miliknya masih terus menjalani tahapan laser.

Source: entertainment.kompas.com
Terkait