Decemberism Kembali Bergerak, Changing Seasons Menyimpan Luka dalam Kisah Imajiner

Setelah cukup lama berada dalam masa jeda, Decemberism memilih kembali bergerak lewat sebuah lagu yang menempatkan kenangan sebagai pusat cerita. Single Changing Seasons membawa refleksi tentang rindu, kehilangan, serta upaya menerima perubahan yang terus datang.

Unit emo asal Sidoarjo ini menjadikan pergantian musim sebagai gambaran perubahan dalam rutinitas dan kondisi emosional seseorang. Lagu tersebut mengajak pendengar membuka kembali ruang bagi sosok yang masih menetap di ingatan, meski waktu terus berjalan.

Decemberism digawangi Lambang Akbar Ramadhan pada gitar serta Abiezar Akbar Pramestio sebagai vokalis dan gitaris. Lewat rilisan ini, keduanya kembali mengeksplorasi karakter musik emosional yang telah menjadi identitas band sejak awal perjalanan mereka.

Fiksi yang Berangkat dari Perasaan Dekat

Berbeda dari lagu emo yang kerap tumbuh dari pengalaman personal, Changing Seasons dibangun dari cerita imajiner yang ditulis Lambang Akbar. Namun, tema pertemuan yang sulit dilupakan dan keinginan memperbaiki masa lalu membuat narasinya tetap terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

Lambang menyebut lagu itu mengangkat sebuah pertemuan yang kemudian terus tinggal dalam ingatan. “Bisa dibilang Changing Seasons ini tentang canon event suatu pertemuan yang rupanya menjadi sesuatu yang terus diingat,” ujar Lambang.

Ia menjelaskan bahwa tidak ada pengalaman siapa pun yang digali sebagai inspirasi utama lagu tersebut. “Walaupun imajiner, kami rasa hal seperti ini bisa dialami oleh siapa saja,” lanjutnya.

Nuansa personal justru muncul kuat ketika proses vokal berlangsung. Alwan Hilal, yang terlibat dalam produksi, mengatakan lirik lagu ini sempat membuat tim berhenti sejenak karena emosinya terasa begitu dekat.

“Menariknya, sewaktu take vocal kami merasa lirik di lagu ini terasa sangat personal untuk ukuran cerita yang imajiner, jadi terkadang ada momen terhenyak sebentar,” kata Alwan. Perasaan itu memperkuat pendekatan Decemberism yang menempatkan emosi sebagai elemen utama dalam musik mereka.

Dikerjakan Bersama untuk Menekan Kendala Teknis

Pengerjaan Changing Seasons sudah dimulai sejak 2025 dan berlangsung berdekatan dengan produksi lagu A Summer Bluer. Menurut Abiezar, kedua single tersebut dikerjakan dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Dalam prosesnya, Decemberism menggunakan pola kerja kolektif untuk meminimalkan hambatan teknis. Mediaindonesia.com mencatat sejumlah nama terlibat pada tahap penulisan, rekaman, pengolahan suara, hingga materi visual.

AspekPersonel Terlibat
ProduserAlwan Hilal, Lambang Akbar Ramadhan, Abiezar Akbar Pramestio
Penulis lirikLambang Akbar Ramadhan
Komposisi musikLambang Akbar Ramadhan, Abiezar Akbar Pramestio
Teknis rekamanAlwan Hilal dan Pras Imansyah di Self Recs & Trek House
Mixing dan masteringSatrio Utomo di Griffin Studio
Visual dan fotografiArfan Maulana, Anggraito Nurpramadya, Yogi Fadhillah

Lambang dan Abiezar berbagi peran dalam komposisi musik, sementara Lambang menulis liriknya. Satrio Utomo menangani tahap mixing dan mastering di Griffin Studio, setelah proses rekaman dilakukan bersama Alwan Hilal dan Pras Imansyah.

Restart the Machine dan Rencana Kembali ke Panggung

Perilisan single ini tidak hanya menandai hadirnya materi baru, tetapi juga menjadi titik awal bagi Decemberism untuk kembali aktif. Band tersebut menyebut fase ini sebagai upaya restart the machine setelah masa jeda yang cukup lama.

Fokus berikutnya diarahkan pada aktivitas tampil secara langsung, bukan hanya kerja kreatif di studio. “Untuk agenda setelah ini, kami ingin lebih banyak main aja sih setelah restart the machine ini,” tutur Lambang.

Changing Seasons telah tersedia di berbagai layanan streaming digital mulai 16 Juni 2026. Rilisan ini menjadi cara Decemberism merangkum perubahan, kenangan yang memudar, dan penerimaan terhadap musim yang datang silih berganti.

Source: mediaindonesia.com
Terkait