Film Hope langsung mencetak laju box office yang sulit ditandingi pada awal peredarannya di Korea Selatan. Karya terbaru sutradara Na Hong-jin itu menembus 1 juta penonton hanya dalam tiga hari penayangan.
Pencapaian tersebut menjadikan Hope sebagai film Korea rilisan 2026 yang paling cepat melewati angka 1 juta tiket. Distributor Plus M Entertainment mengonfirmasi ambang itu terlewati pada Jumat (17/7) siang.
Melampaui Dua Pesaing di Box Office
Kecepatan Hope mengumpulkan penonton bahkan mengungguli Colony, film zombi arahan Yeon Sang-ho. Colony membutuhkan empat hari untuk mencapai jumlah penonton yang sama.
Selisihnya lebih lebar dibandingkan The King’s Warden yang dibintangi Yoo Hae-jin dan Park Ji-hoon. Film tersebut baru menembus 1 juta penonton setelah lima hari penayangan.
| Film | Waktu Tembus 1 Juta Penonton | Selisih dengan Hope |
|---|---|---|
| Hope | 3 hari | – |
| Colony | 4 hari | 1 hari lebih lambat |
| The King’s Warden | 5 hari | 2 hari lebih lambat |
Menurut laporan Korea JoongAng Daily yang dikutip CNN Indonesia, catatan tersebut menempatkan Hope di posisi terdepan untuk rilisan film Korea tahun ini. Momentum itu sudah terlihat sejak hari pertama film science fiction thriller tersebut diputar pada 15 Juli.
Pada hari pembukaan, Hope menarik sekitar 333.000 penonton. Angka itu melampaui rekor pembukaan tertinggi tahun ini yang sebelumnya dipegang Colony dengan sekitar 199.000 penonton.
Rekor Pembukaan Baru untuk Na Hong-jin
Perolehan 333.000 penonton juga menjadi rekor hari pertama tertinggi sepanjang karier Na Hong-jin. Hope melewati catatan pembukaan tiga film panjangnya yang telah lebih dulu dikenal publik.
| Film | Tahun | Penonton Hari Pertama |
|---|---|---|
| The Chaser | 2008 | 110.000 |
| The Yellow Sea | 2010 | 120.000 |
| The Wailing | 2016 | 310.000 |
| Hope | – | 333.000 |
Lonjakan tersebut menjadi perhatian karena Hope hadir sebagai proyek berskala besar dengan jajaran pemain Korea Selatan dan Hollywood. Film ini mempertemukan Hwang Jung-min, Zo In-sung, serta Jung Ho-yeon dengan Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell.
Pertarungan di Desa Dekat DMZ
Hope mengisahkan pertempuran antara makhluk misterius dan warga sebuah desa terpencil di dekat Zona Demiliterisasi atau DMZ. Situasi semakin buruk ketika bantuan dialihkan untuk memadamkan kebakaran hutan besar, sementara komunikasi desa terputus total.
Kepala pos polisi Bum-seok yang diperankan Hwang Jung-min dan petugas Sung-ae yang dimainkan Jung Ho-yeon berusaha melindungi desa yang didominasi warga lansia. Di wilayah pegunungan, Sung-ki yang diperankan Zo In-sung bersama sejumlah warga lokal justru menjadi buruan saat mencoba memburu makhluk tersebut.
Ancaman dari luar kemudian berkelindan dengan konflik ego manusia di tengah kepanikan. Cerita itu bergerak menuju tragedi mengerikan ketika warga desa harus menghadapi situasi tanpa dukungan dari luar.
Pujian dari Sesama Sutradara
Sutradara peraih Oscar Bong Joon-ho turut menyampaikan kekagumannya terhadap Hope. “Pikiran pertama saya adalah, ‘Apa sebenarnya yang baru saja saya tonton?’ Setelah rasa tegang dan syok sinematik ini mereda, saya memiliki begitu banyak pertanyaan. Ini adalah petualangan sinematik yang mencengangkan,” katanya.
Bong Joon-ho juga memuji keberanian kreatif Na Hong-jin melalui film tersebut. “Di mana lagi kita bisa melihat film seperti ini? Ini adalah film yang meledak dengan keberanian dan kegilaan,” ujarnya.
Apresiasi serupa datang dari Lee Chang-dong yang menilai film itu mendorong elemen sinematiknya hingga melampaui batas. Ia menyebut Hope kuat dalam ketegangan, suspense, dampak emosional, dan tempo.
Meski telah meraih hasil besar pada awal penayangannya di Korea Selatan, jadwal tayang Hope di bioskop Indonesia belum diumumkan. Informasi mengenai distribusi film ini untuk pasar Indonesia masih belum tersedia.
