Dewi Irawan membawa pengalaman kehilangan yang sangat pribadi saat terlibat dalam film Rumah Singgah. Aktris tersebut mendedikasikan film itu untuk mendiang suaminya, Luca Francesco Marini, serta sang adik, Ria Irawan.
Dua sosok terdekat Dewi meninggal dunia akibat kanker. Latar pengalaman itu membuat cerita tentang penyintas kanker, pendamping pasien, dan harapan dalam film ini terasa sangat dekat baginya.
Film Rumah Singgah menjadi proyek yang berat secara emosional bagi Dewi Irawan. Ia menyebut keterlibatannya dalam film arahan Dyan Sunu Prastowo tersebut sebagai bentuk dedikasi untuk suami dan adiknya.
“Ini film terberat saya secara emosional ya, makanya saya bilang saya dedikasikan untuk Ria, adik saya, dan suami saya,” kata Dewi Irawan saat ditemui di Plaza Senayan, Jumat (17/7/2026).
Pengalaman sebagai pendamping pasien
Dewi tidak hanya melihat kisah kanker dari kejauhan. Ia pernah menjalani peran sebagai caregiver atau pendamping bagi orang terdekat yang sedang sakit.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami tuntutan emosional yang dihadapi seorang pendamping pasien. Seorang caregiver, menurut pengalaman Dewi, perlu tetap kuat sekaligus menjaga harapan bagi penyintas kanker.
Entertainment.kompas.com melaporkan, Dewi langsung menyatakan keinginannya untuk bermain ketika bertemu Dyan Sunu Prastowo. Ia merasa pengalaman pribadinya membuat cerita film ini memiliki kedekatan yang sulit dipisahkan dari kehidupannya.
“Pas ketemu Mas Sunu, saya bilang, ‘saya harus main film ini.’ Karena apa, pengalaman pribadi saya tuh sungguh lebih berat banget gitu ya,” ujar Dewi.
Dua bulan mendampingi sang suami
Dewi juga mengenang masa-masa menjelang kepergian Luca Francesco Marini. Sebagai istri, ia mendampingi dan memberi semangat kepada suaminya hingga akhir hayat.
Ia menyebut berada di depan mata sang suami selama 24 jam dalam dua bulan terakhir sebelum Luca mengembuskan napas terakhir. Situasi itu membuat Dewi memahami bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak boleh diketahui pasien.
“Untuk suami saya, saya selama dua bulan terakhir sebelum suami saya menghembuskan napas terakhir, 24 jam selama 2 bulan di depan mata saya gitu. Jadi saya tahu gitu dan ada hal-hal yang mesti dia enggak boleh tahu kan,” kata Dewi.
Pengalaman kehilangan itu menjadi ruang emosional yang dibawa Dewi ke dalam Rumah Singgah. Film ini menempatkan harapan sebagai bagian penting dari perjalanan para karakter yang menghadapi kanker.
Kisah Karla dan penghuni rumah singgah
Rumah Singgah mengikuti kisah Karla, seorang atlet lari yang harus mengubur mimpinya setelah divonis kanker. Hidupnya kemudian berubah ketika ia pindah ke sebuah rumah singgah.
Di tempat tersebut, Karla bertemu para penyintas kanker lain yang datang dari latar belakang berbeda. Mereka saling mendampingi sambil berusaha mewujudkan bucket list masing-masing.
| Unsur | Keterangan |
|---|---|
| Tokoh utama | Karla, seorang atlet lari |
| Konflik awal | Karla divonis kanker dan harus mengubur mimpinya |
| Lokasi penting | Sebuah rumah singgah |
| Perjalanan tokoh | Mewujudkan bucket list sambil memupuk harapan |
Selain Dewi Irawan, film ini dibintangi Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, dan Aming. Cerita para penghuni rumah singgah mempertemukan pengalaman sakit, dukungan dari orang sekitar, serta upaya menjaga harapan.
Rumah Singgah dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026. Film tersebut mengangkat sisi penyintas dan pendamping pasien yang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadapi kanker.
