90 Persen Pemain Asli Madura, FOUFO Bawa Komedi Keluarga ke Panggung DA8

Author: Qoo Media

Film FOUFO menawarkan kesempatan umrah untuk lima orang apabila jumlah penontonnya mencapai 1 juta di bioskop. Program ini menjadi bagian dari promosi film komedi keluarga berlatar budaya Madura tersebut.

Tim FOUFO membawa kabar itu saat tampil sebagai bintang tamu di panggung Dangdut Academy 8. Bayu Skak hadir bersama sejumlah pemain, termasuk Tretan Muslim, untuk memperkenalkan film yang sedang diputar di bioskop.

Program umrah tersebut dikaitkan dengan karakter Ibu Saiqonah dalam cerita FOUFO. Penonton yang ingin mengikuti programnya perlu menyimpan bukti telah menyaksikan film tersebut di bioskop.

Target 1 Juta Penonton dan Program Umrah

Tim film menyiapkan beberapa ketentuan sederhana bagi penonton yang ingin ikut dalam program ini. Seluruh tahapan berpusat pada bukti menonton dan unggahan di media sosial.

Tahap Ketentuan
1 Menonton FOUFO di bioskop
2 Menyimpan tiket bioskop
3 Berfoto di depan poster film
4 Mengunggah foto ke Instagram atau TikTok dengan menandai akun @filmfoufo dan menggunakan tagar #UmrohBersamaFOUFO

Jika film menembus target 1 juta penonton, lima orang beruntung akan diberangkatkan umrah bersama karakter Ibu Saiqonah. Program tersebut diharapkan mendorong masyarakat menyaksikan film sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk beribadah ke Tanah Suci.

Di luar program promosi itu, FOUFO menonjolkan pendekatan budaya yang kuat melalui keterlibatan pemain lokal. Bayu Skak menyebut sekitar 90 persen pemain film ini merupakan orang asli Madura.

Kehadiran para pemain asli Madura dimaksudkan untuk menghadirkan suasana yang lebih autentik dalam cerita. Logat, kebiasaan, dan unsur budaya masyarakat Madura menjadi bagian penting dari film tersebut.

Nuansa lokal itu mendapat respons langsung dari Valen DA7, peserta Dangdut Academy 8 yang berasal dari Madura. Ia mengaku sudah lebih dulu menonton FOUFO di bioskop dan menikmati film tersebut.

Menurut Valen, cerita serta atmosfer budaya yang dihadirkan terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Madura. Ia juga menilai film ini memadukan unsur lucu dengan bagian cerita yang lebih serius.

Komedi Keluarga dengan Latar Madura

FOUFO mengangkat perjalanan sejumlah tokoh yang menghadapi konflik, kesalahpahaman, dan berbagai peristiwa sehari-hari. Cerita tersebut dikemas sebagai komedi keluarga dengan latar kehidupan masyarakat Madura.

Di balik unsur humornya, film ini turut membawa pesan tentang keluarga, persahabatan, dan kebersamaan. Perpaduan kisah hangat dengan humor khas Madura menjadi warna utama yang ditawarkan kepada penonton.

Penggunaan bahasa Madura dalam beberapa adegan juga menjadi perhatian ketika para pemain berbincang di panggung. Tretan Muslim memastikan dialog tersebut tetap bisa dipahami oleh penonton dari berbagai daerah karena tersedia subtitle bahasa Indonesia.

“Jangan bingung karena ada subtitle,” ujar Tretan Muslim di studio. Keterangan itu menegaskan bahwa penggunaan bahasa lokal tidak dimaksudkan membatasi penonton di luar Madura.

Kehadiran pemain FOUFO di acara kompetisi dangdut tersebut mempertemukan promosi film dengan penonton yang sudah akrab dengan budaya daerah. Dilansir www.liputan6.com, antusiasme juga terlihat dari host, juri, dan peserta yang ingin mengetahui proses produksi serta keunikan film ini.

Dengan mayoritas pemain asli Madura, penggunaan dialog lokal, serta cerita yang dekat dengan keluarga, FOUFO mengedepankan identitas budayanya sebagai kekuatan utama. Penonton yang datang ke bioskop juga dapat mengikuti program umrah selama ketentuan yang diumumkan oleh tim film dipenuhi.

Source: www.liputan6.com
Terbaru