5 Fakta di Balik The Odyssey, Ambisi Nolan dari IMAX Baru hingga Laut Asli

Author: Qoo Media

The Odyssey menjadi proyek yang menonjol karena Christopher Nolan menggabungkan cerita klasik berusia ribuan tahun dengan teknologi sinema mutakhir. Film ini juga melibatkan pengambilan gambar lintas negara serta adegan laut asli yang menambah skala produksinya.

Kisahnya diangkat dari puisi epik karya Homer tentang Odysseus, Raja Ithaka, yang berjuang pulang setelah Perang Troya. Perjalanan panjang tokoh tersebut memberi ruang bagi Nolan untuk membangun cerita besar dengan pendekatan visual khasnya.

Ringkasan Fakta Produksi The Odyssey

Fakta Detail Utama
Adaptasi klasik Adaptasi langsung pertama Nolan dari karya sastra klasik
Kamera IMAX Seluruh produksi memakai kamera IMAX 70 mm generasi baru
Lokasi syuting Melibatkan Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, dan Inggris
Matt Damon Menumbuhkan janggut asli untuk kebutuhan adegan
Biaya produksi Disebut mencapai 250 juta dollar

1. Adaptasi karya sastra klasik pertama Christopher Nolan

The Odyssey menandai kali pertama Christopher Nolan mengadaptasi karya sastra klasik secara langsung ke layar lebar. Selama ini, ia lebih sering dikenal melalui cerita orisinal atau film yang mengambil inspirasi dari berbagai sumber.

Materi dasarnya berasal dari puisi epik Homer yang telah berusia lebih dari 2.700 tahun. Cerita tersebut mengikuti Odysseus dalam upayanya kembali ke Ithaka setelah perang besar di Troya.

Meski berpijak pada karya klasik, film ini tetap disebut menggunakan gaya penceritaan non-linear. Pendekatan itu dapat memberi struktur berbeda pada perjalanan Odysseus yang panjang dan penuh persinggahan.

2. Seluruh proses produksi memakai kamera IMAX generasi terbaru

Menurut entertainment.kompas.com, The Odyssey disebut sebagai film pertama yang seluruh produksinya menggunakan kamera IMAX generasi terbaru. Nolan sebelumnya memang kerap memanfaatkan format IMAX dalam film seperti Dunkirk dan Tenet.

Untuk proyek ini, Nolan meminta pengembangan kamera film IMAX 70 mm yang lebih ringan dan lebih senyap. IMAX kemudian membuat kamera baru sesuai kebutuhan tersebut.

Nolan menjadi orang pertama yang memakai kamera itu dari awal hingga akhir produksi The Odyssey. Penggunaan format tersebut menjadi salah satu unsur yang mendorong kemegahan visual film ini.

3. Syuting menjangkau enam negara

Produksi The Odyssey dilakukan di Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, serta Inggris. Pilihan lokasi yang tersebar menunjukkan besarnya cakupan perjalanan yang ingin dibangun dalam film.

Sejumlah tempat syuting bahkan dikaitkan dengan legenda perjalanan Odysseus dalam mitologi Yunani. Salah satunya adalah Favignana, sebuah pulau di Italia.

Favignana dipercaya sebagai lokasi awal Odysseus dan krunya berhenti untuk memanggang makanan serta mengisi perbekalan. Detail tersebut menghubungkan lanskap produksi film dengan kisah perjalanan yang menjadi dasar ceritanya.

4. Matt Damon diminta menumbuhkan janggut alami

Matt Damon diminta menumbuhkan janggut asli untuk perannya dalam The Odyssey. Christopher Nolan menginginkan janggut yang mampu bertahan saat terkena angin dan air.

Damon memenuhi permintaan itu meski sebelumnya tidak pernah menumbuhkan janggut lebat. Keputusan tersebut memperlihatkan perhatian produksi terhadap kebutuhan tampilan fisik karakter di lokasi pengambilan gambar.

Film ini menjadi kolaborasi ketiga Damon dengan Nolan setelah Interstellar dan Oppenheimer. Namun, The Odyssey disebut sebagai film Nolan pertama yang menempatkan Damon sebagai pemeran utama.

5. Biaya produksi disebut mencapai 250 juta dollar

The Odyssey disebut menelan biaya produksi hingga 250 juta dollar. Angka itu menyamai rekor biaya yang sebelumnya dikaitkan dengan The Dark Knight Rises.

Besarnya anggaran dikaitkan dengan syuting di banyak negara, jajaran pemain papan atas, serta penggunaan kamera IMAX baru. Produksi juga melakukan pengambilan gambar di laut asli tanpa mengandalkan CGI untuk bagian tersebut.

Gabungan teknologi kamera, lokasi internasional, dan kebutuhan adegan praktis menjadikan proyek ini salah satu produksi paling ambisius Nolan setelah Oppenheimer. Skala tersebut sekaligus mempertegas upaya film ini menerjemahkan perjalanan epik Odysseus ke pengalaman sinematik yang besar.

Source: entertainment.kompas.com
Terbaru