ONE OR EIGHT Angkat Yankee Squat, Identitas Lokal Jadi Mesin EP EN-GÏNE

ONE OR EIGHT memilih menonjolkan akar subkultur Jepang saat bersiap merilis single YANKEE SQUAT. Lagu ini memakai gestur jongkok khas Asia sebagai simbol identitas, komunitas, dan kebanggaan terhadap ruang yang mereka tempati.

Alih-alih menghaluskan citra demi pasar yang lebih luas, grup vokal ini justru membawa estetika yang dekat dengan keseharian anak muda Jepang. Arah tersebut menjadi pesan penting menjelang proyek EP mereka, EN-GÏNE.

Posisi Jongkok yang Diangkat Menjadi Pernyataan

YANKEE SQUAT mengambil inspirasi dari budaya pemuda Yankee di Jepang, subkultur yang lekat dengan gaya pemberontak. Posisi jongkok yang kerap terlihat di depan konbini atau area parkir diterjemahkan sebagai tanda kebersamaan dan harga diri lokal.

Bagi ONE OR EIGHT, mengklaim ruang dengan cara sendiri bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Gagasan itu menjadi inti narasi lagu, sekaligus memperlihatkan bagaimana mereka memandang identitas saat bergerak ke panggung internasional.

Menurut mediaindonesia.com, grup ini telah memperkenalkan artwork serta detail single tersebut. Perilisan YANKEE SQUAT dijadwalkan pada 15 Juli 2026 sebagai single pra-rilis pertama dari EP EN-GÏNE.

InformasiDetail
SingleYANKEE SQUAT
Jadwal rilis15 Juli 2026
ProyekSingle pra-rilis pertama EP EN-GÏNE
Tur terakhir1st LIVE TOUR -GATHER- di 10 kota Amerika Utara dan Selatan
Penghargaan terbaruGlobal Growth Award dari Billboard’s Global Power Players

Latin Groove Bertemu Tekstur Hip-Hop

Secara musikal, YANKEE SQUAT dibangun melalui ritme Latin groove yang dipadukan dengan tekstur hip-hop. Racikan itu tetap mempertahankan estetika bad-boy yang selama ini menjadi bagian dari warna ONE OR EIGHT.

Nuansa lagunya diarahkan pada energi malam musim panas ketika orang-orang berkumpul dengan teman dekat di tempat yang sederhana. Konbini dan area parkir bukan hanya menjadi latar visual, melainkan ruang yang diberi makna sosial oleh lagu ini.

Pilihan tema tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi global tidak selalu harus mengubah karakter dasar seorang artis. ONE OR EIGHT menempatkan elemen budaya yang membentuk mereka sebagai kekuatan utama, bukan sebagai detail yang perlu dikurangi.

EN-GÏNE Membawa Pesan tentang Asal-Usul

EP EN-GÏNE mengusung gagasan bahwa identitas seseorang tidak seharusnya berubah hanya karena lokasi dan lingkungan berganti. Pesan itu berlaku ketika berada di panggung besar luar negeri maupun saat kembali berkumpul dengan teman lama di Jepang.

YANKEE SQUAT menjadi pintu masuk pertama bagi narasi tersebut. Single ini mempertemukan sikap pemberontak dari subkultur Yankee dengan keyakinan untuk tetap membawa asal-usul ke mana pun perjalanan berlangsung.

Teaser EN-GÏNE juga telah dirilis untuk memberi gambaran mengenai dunia visual dan narasi yang sedang dibangun grup tersebut. Melalui proyek ini, ONE OR EIGHT menegaskan bahwa menjadi global tidak berarti meninggalkan rumah dan budaya asal.

Langkah itu datang setelah 1st LIVE TOUR -GATHER-, yang membawa mereka ke 10 kota di Amerika Utara dan Selatan. ONE OR EIGHT juga menerima Global Growth Award dalam Billboard’s Global Power Players, menandai perkembangan jangkauan mereka di tingkat internasional.

Source: mediaindonesia.com
Terkait