Maudy Koesnaedi Pernah Urus Rumah Sendiri, Erik Meijer Pilih Pensiun Dini

Maudy Koesnaedi mengungkap fase yang paling menguras tenaga selama 25 tahun menjalani pernikahan dengan Erik Meijer. Masa sulit itu bukan dipicu masalah dalam hubungan mereka, melainkan tuntutan pekerjaan Erik dan tanggung jawab rumah yang menumpuk.

Di tengah kesibukan suaminya memasuki kantor baru, Maudy harus menjalankan banyak peran seorang diri di rumah. Ia mengurus anak, memasak, mencuci pakaian, hingga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan asisten rumah tangga maupun sopir.

Kondisi tersebut terjadi ketika Erik membutuhkan fokus penuh untuk pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun psikis. Maudy juga ikut mendampingi urusan perkantoran suaminya, sementara kebutuhan rumah tetap harus ditangani.

Maudy sempat memilih tidak menyampaikan seluruh beban yang dirasakannya kepada Erik. Ia memahami suaminya sedang menghadapi tekanan kerja yang besar dan tidak ingin menambah beban tersebut.

Namun, ada saat ketika rasa lelah itu membuatnya merasa menjalani semuanya sendirian. “Ada momen-momen aku ngerasanya ‘kok sendirian ya? Ribet sendirian ya?’” ujar Maudy dalam perbincangan di Bride Depth.

Beban Rumah Tangga yang Dipendam

Situasi itu memperlihatkan bahwa tantangan pernikahan mereka datang dari perubahan ritme hidup, bukan dari konflik terbuka antara Maudy dan Erik. Pekerjaan yang menyita waktu membuat kehadiran Erik di rumah menjadi lebih terbatas pada masa tersebut.

Menurut Maudy, ia menahan keluhannya karena menilai urusan kantor suaminya sudah cukup berat. Sikap itu membuat banyak pekerjaan rumah, pengasuhan anak, dan kebutuhan sehari-hari akhirnya ditangani sendiri.

Di tengah kelelahan, Maudy menemukan cara sederhana untuk menjaga suasana hatinya. Ia berseloroh kadang tiba-tiba memakai lipstik merah dan bulu mata setelah mengerjakan pekerjaan rumah agar tidak merasa “kayak pembantu”.

Ia bahkan pernah mendapat pertanyaan seolah baru pulang dari syuting, padahal baru selesai mencuci pakaian. Cerita itu disampaikan Maudy sambil tertawa, sebagai gambaran tentang cara kecilnya menghadapi hari-hari yang terasa berat.

Kesadaran Erik dan Keputusan Pensiun Dini

Erik Meijer mengakui bahwa ia menyadari Maudy menjalankan banyak hal sendiri pada masa itu. Ia mengatakan pekerjaannya ketika itu memang sangat menyita waktu.

“Sadar kok, waktu itu pekerjaan menyita waktu banyak sekali,” kata Erik. Ia juga menyebut pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan di balik keputusannya untuk pensiun dini.

Keputusan itu membawa perubahan dalam keseharian keluarga mereka. Selama tiga tahun terakhir, Maudy merasa Erik memiliki waktu yang lebih santai untuk bersama keluarga.

Perubahan tersebut terasa penting ketika putra mereka, Eddy Maliq Meijer, memasuki usia remaja. Maudy mengatakan dirinya senang karena sang anak dapat didampingi oleh ayahnya pada fase yang membutuhkan bimbingan.

“Aku sih happy banget, pada saat anak remaja, dan perlu dibimbing, pas ada bapaknya,” ujar Maudy. Kehadiran Erik yang lebih banyak di rumah menjadi hal yang sangat berarti bagi Maudy.

25 Tahun Menjalani Pernikahan

Maudy dan Erik menikah pada 2001 setelah berpacaran selama dua tahun. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putra bernama Eddy Maliq Meijer.

Kisah yang disampaikan Maudy menunjukkan bahwa fase berat dalam rumah tangga mereka muncul saat beban pekerjaan dan urusan domestik tidak berjalan seimbang. Dalam perjalanan mereka, kesadaran Erik atas kondisi tersebut kemudian ikut mendorong perubahan besar dalam pilihan hidupnya.

Setelah melewati masa itu, Maudy kini melihat perubahan positif dalam peran Erik sebagai ayah. Waktu yang lebih longgar membuat Erik dapat hadir untuk mendampingi putra mereka di masa remaja.

Source: entertainment.kompas.com
Terkait