Jejak Femas di Korea Selatan Terungkap, Namun Keberadaannya Masih Sulit Dijangkau

Jejak Femas, WNI asal Madiun yang diduga meninggalkan rombongan wisata di Korea Selatan, kembali muncul melalui foto yang beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Threads @sarjanabackpacker pada 20 Juli 2026, ia terlihat duduk di sebuah masjid di Korea Selatan.

Kemunculan foto itu belum berarti Femas telah ditemukan atau diamankan oleh pihak berwenang. Unggahan tersebut justru menyebut keberadaannya sulit dijangkau, sementara kabar yang beredar masih bersandar pada informasi pengguna media sosial dan tangkapan layar percakapan.

Jejak Baru Muncul Setelah Laporan Kehilangan

Kasus ini mencuat setelah Femas dilaporkan tidak kembali ke hotel saat mengikuti open trip ke Korea Selatan melalui agen perjalanan Berani Backpacker. Ia disebut meminta izin kepada tour leader untuk melihat-lihat sepatu di kawasan Myeongdong, lalu tidak lagi dapat dihubungi.

Menurut unggahan yang dikutip www.viva.co.id, Femas sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami kesulitan selama perjalanan. Ia disebut pendiam, tetapi tetap diajak berbicara, makan, dan berjalan oleh tour leader yang satu kamar dengannya.

WaktuPeristiwaKeterangan
Akhir Juni 2026Femas dilaporkan hilang dari rombonganIa disebut berpamitan menuju Myeongdong untuk melihat sepatu.
18 Juli 2026Kasus diunggah di ThreadsAkun @sarjanabackpacker membagikan cerita pencarian oleh pihak travel.
20 Juli 2026Foto Femas kembali beredarIa terlihat duduk di sebuah masjid di Korea Selatan.

Setelah berpamitan untuk berkeliling sendiri, Femas disebut tidak pernah kembali ke hotel dan tidak merespons telepon maupun pesan WhatsApp. Pihak tour leader kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir yang diketahui serta melaporkan kehilangan tersebut kepada kepolisian Korea Selatan.

Upaya pencarian itu disebut berlangsung selama beberapa hari, tetapi belum membuahkan hasil. Dalam unggahan tersebut, akun @sarjanabackpacker menulis bahwa lokasi terakhir telah disisir dan kontak telah dilakukan berulang kali.

Keterangan soal Visa E9 dan Versi yang Berbeda

Perkembangan terbaru juga memunculkan percakapan yang menyebut Femas memiliki Visa E9. Visa E9 disebut sebagai visa kerja dari pemerintah Korea Selatan bagi warga negara dari negara mitra, termasuk Indonesia, untuk bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, dan jasa.

Namun, keterangan mengenai alasan Femas berada di Korea Selatan disebut berbeda-beda dalam percakapan itu. Pada satu kesempatan ia disebut mengaku meninggalkan pekerjaan di sektor perikanan, sedangkan pada kesempatan lain ia menyebut kabur dari pihak travel.

Pengirim pesan kepada pemilik akun tersebut mengaku Femas baru datang ke masjid tempat ia bermalam dalam dua hari terakhir setelah sebelumnya tidur selama dua minggu. Orang itu juga menyatakan Femas mengatakan dirinya pemegang Visa E9 yang sedang tidak bekerja.

Dalam percakapan yang dibagikan, pengirim pesan tersebut menyebut sempat mengajak Femas mencari kerja karena keduanya mengaku menganggur. Keterangan berikutnya yang diterima temannya menyebut Femas berasal dari program G to G perikanan dan telah meninggalkan pekerjaannya.

Belum Ada Kepastian soal Status Femas

Foto di masjid menjadi petunjuk baru atas keberadaan Femas, tetapi tidak menjelaskan apakah ia telah berkomunikasi dengan pihak travel atau kepolisian. Tidak ada informasi dalam unggahan tersebut yang menyatakan bahwa ia sudah ditemukan secara resmi oleh otoritas Korea Selatan.

Kasus ini juga menyoroti risiko ketika peserta Open Trip Korea Selatan terpisah dari rombongan tanpa kabar. Hingga pembaruan unggahan pada 20 Juli 2026, pencarian dan informasi mengenai keberadaan Femas masih menjadi perhatian di kalangan WNI di Korea Selatan.

Source: www.viva.co.id
Terkait