Bumiy Merangkai 4 Fase Cinta di EP The Story of Us, Ditutup “Syair Malam”

Author: Qoo Media

Bumiy memilih merangkum perjalanan sebuah hubungan dalam empat lagu di EP perdana bertajuk The Story of Us. Setiap lagu ditempatkan sebagai bagian dari cerita yang bergerak dari keberanian menyatakan rasa hingga cinta yang saling menjaga.

Konsep itu juga hadir dalam visual perilisan. Artwork empat single yang dirilis sejak awal 2026 dibuat seperti kepingan puzzle, lalu menyatu menjadi sampul resmi EP ketika seluruh lagunya telah lengkap.

EP ini menjadi penanda langkah baru Bumiy di industri musik. Alih-alih menyajikan lagu-lagu yang berdiri sendiri, The Story of Us dibangun dengan urutan kronologis agar pendengar dapat mengikuti perubahan emosi di dalam hubungan tersebut.

Empat Lagu, Empat Tahap Cerita

Bab pertama dimulai lewat Permintaan Hati, yang mengangkat keberanian untuk mengungkapkan perasaan. Lagu ini menjadi pintu masuk bagi narasi cinta yang kemudian berkembang dalam tiga trek berikutnya.

Perjalanan itu berlanjut pada Hati Bertali, sebuah lagu yang mengisahkan hubungan jarak jauh. Setelah itu, Japuik Tabao membawa cerita ke realitas yang lebih pahit dengan penggunaan bahasa Minangkabau.

Penutup EP hadir melalui Syair Malam. Lagu tersebut menawarkan suasana yang lebih tenang dengan gagasan mengenai cinta yang dilandasi sikap saling menjaga.

Susunan lagu itu memperlihatkan perubahan nuansa dari awal hubungan hingga fase yang lebih reflektif. Keempat judulnya dirancang sebagai satu kesatuan, sejalan dengan konsep puzzle pada materi visualnya.

Urutan Judul Lagu Garis Besar Cerita
1 Permintaan Hati Keberanian mengungkapkan perasaan
2 Hati Bertali Hubungan jarak jauh
3 Japuik Tabao Realitas pahit dalam hubungan, berbahasa Minangkabau
4 Syair Malam Cinta yang saling menjaga

Kolaborasi di Dua Studio

Seluruh materi lagu dalam The Story of Us ditulis oleh Budi Irwandi. Bumiy kemudian bekerja bersama Deni Januarta sebagai produser, sementara proses mixing dan mastering ditangani Irene Edmar Irawan.

Produksi EP berada di bawah naungan GitaKita Production. Perekaman dilakukan di dua tempat, yaitu 3am Studio dan GitaKita Studio, dengan keterlibatan sejumlah musisi pendukung pada lagu tertentu.

Judul Lagu Musisi Pendukung Lokasi Rekaman
Permintaan Hati Baim (bass), Ryan Bombadz (gitar) 3am Studio
Hati Bertali 3am Studio
Japuik Tabao Yogi Mahendra (bass) GitaKita Studio
Syair Malam GitaKita Studio

Kontribusi Baim dan Ryan Bombadz terdengar dalam Permintaan Hati, sedangkan Yogi Mahendra terlibat pada Japuik Tabao. Dua lagu lainnya, Hati Bertali dan Syair Malam, direkam tanpa musisi pendukung yang disebutkan dalam kredit produksi.

Menurut informasi yang dimuat mediaindonesia.com, pendekatan produksi di dua studio tersebut menjadi bagian dari proses penyelesaian empat trek EP ini. Keterlibatan sejumlah nama dalam produksi memperkuat fondasi musikal untuk cerita yang dibawa Bumiy.

Showcase Perdana di Padang

Bumiy akan merayakan perilisan EP ini melalui showcase bertajuk Membumiy: The Story of Us. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026 di Padang.

Showcase itu akan menjadi panggung pertama Bumiy untuk membawakan seluruh repertoar dalam EP secara langsung. Selain pertunjukan musik, acara tersebut juga menjadi ruang untuk membagikan cerita di balik proses kreatif The Story of Us.

EP The Story of Us, termasuk lagu penutup Syair Malam, kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Pendengar dapat menyimak empat lagu itu secara berurutan untuk mengikuti cerita cinta yang menjadi benang merah rilisan perdana Bumiy.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru