Biaya renovasi rumah Ruben Onsu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, disebut mencapai Rp11,1 miliar hanya untuk pembayaran kepada kontraktor. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut pembayaran itu dilakukan melalui 46 kali transfer senilai Rp250 juta kepada ayah Sarwendah yang menjadi kontraktor proyek.
Nilai renovasi tersebut menjadi perhatian karena disebut melampaui fasilitas pinjaman bank yang sebelumnya diperoleh Ruben Onsu. Rumah itu kini juga berada dalam sorotan publik seiring polemik mengenai status aset, cicilan kredit, dan kabar pelelangan.
Rincian Dana Renovasi yang Disampaikan Kuasa Hukum
Minola Sebayang menyampaikan keterangan mengenai proyek rumah Cilandak saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/7/2026). Menurut penjelasannya, Ruben membeli rumah tersebut secara lunas sebelum sertifikatnya dijaminkan untuk memperoleh pinjaman bank.
| Komponen | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pembayaran kepada kontraktor | Rp11,1 miliar | Disebut berasal dari 46 kali transfer Rp250 juta |
| Fasilitas pinjaman bank | Rp10,1 miliar | Digunakan untuk renovasi besar-besaran rumah |
Menurut Minola, Ruben tetap menjadi pihak yang menanggung seluruh biaya pembangunan meski kontraktornya merupakan keluarga Sarwendah. Ia menegaskan pembayaran proyek dilakukan Ruben secara rutin ke rekening ayah Sarwendah.
“Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben. Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp250 juta sebanyak 46 kali transfer,” ujar Minola seperti dikutip www.liputan6.com.
Minola menyebut total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor mencapai Rp11,1 miliar. Ia menilai angka tersebut menunjukkan rumah di Cilandak itu merupakan hasil kerja keras Ruben Onsu.
Keterlibatan Ruben Berkurang Saat Proyek Berjalan
Pada tahap awal, Ruben disebut masih terlibat dalam pembicaraan dengan kontraktor mengenai renovasi rumah. Namun, keterlibatannya berangsur berkurang karena aktivitasnya di dunia hiburan yang padat.
Komunikasi pembangunan kemudian lebih banyak berjalan antara Sarwendah dan kontraktor. Kebetulan, kontraktor yang mengerjakan renovasi tersebut adalah ayah Sarwendah sendiri.
“Awalnya Ruben dilibatkan saat bicara dengan kontraktor. Namun lama-kelamaan, mungkin karena kesibukannya, Ruben tidak dilibatkan lagi dan Sarwendah yang berjalan sendiri dengan kontraktor,” kata Minola.
Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang mengenai proses renovasi rumah yang sebelumnya ditempati Ruben dan Sarwendah. Keterangan mengenai siapa yang membiayai proyek menjadi bagian penting dalam polemik aset tersebut.
Biaya Disebut Melebihi Pinjaman Bank
Besaran biaya renovasi menjadi poin yang menonjol karena nilainya disebut lebih tinggi daripada pinjaman bank senilai Rp10,1 miliar. Pinjaman itu diperoleh setelah sertifikat rumah yang dibeli Ruben secara lunas dijaminkan ke bank.
Menurut pihak Ruben, dana renovasi tidak hanya berkaitan dengan pinjaman yang diterima dari bank. Pembayaran kepada kontraktor yang disebut mencapai Rp11,1 miliar memperlihatkan besarnya kebutuhan dana untuk renovasi rumah tersebut.
Belum Ada Pemberitahuan Resmi soal Pelelangan
Di tengah pembahasan nilai renovasi, beredar pula kabar mengenai kondisi cicilan kredit serta kemungkinan pelelangan rumah. Minola menegaskan pihak Ruben Onsu belum menerima pemberitahuan resmi dari bank terkait isu tersebut.
Dengan demikian, persoalan rumah Cilandak tidak hanya menyangkut status kepemilikan, tetapi juga aliran dana renovasi dalam jumlah besar. Keterangan dari kuasa hukum Ruben menempatkan pembayaran proyek dan status kredit sebagai dua hal yang terus menjadi perhatian dalam polemik ini.
Source: www.liputan6.com






