Vino G. Bastian dan Marsha Timothy kembali berada dalam satu proyek film, tetapi kali ini bukan sebagai dua karakter yang saling menguatkan. Dalam Ayah, Aku Mau Cerita, keduanya justru berdiri di sisi berlawanan dalam konflik keluarga yang dapat mengubah hidup banyak orang.
Ketegangan cerita berpusat pada Andi Budiman, seorang ayah sederhana yang hidup tenang bersama keluarganya di Desa Banaran. Ketenteraman itu runtuh setelah putri remajanya menjadi korban pelecehan dan upaya mempertahankan diri berujung pada hilangnya seorang pemuda.
Masalah menjadi jauh lebih rumit karena pemuda yang hilang tersebut merupakan putra tunggal seorang Kapolres. Andi pun harus menghadapi penyelidikan yang perlahan mengarah kepada keluarganya, sementara ia tidak memiliki jabatan, kekuasaan, atau kemampuan luar biasa untuk melindungi mereka.
Situasi itu membuat Andi hanya dapat mengandalkan kecerdikan serta naluri seorang ayah. Setiap langkah yang diambilnya berpotensi membawa konsekuensi besar, baik bagi keluarganya maupun orang-orang di sekelilingnya.
Berhadapan dalam keyakinan yang berbeda
Konflik utama turut mempertemukan karakter yang dimainkan Vino dan Marsha dalam posisi yang bertolak belakang. Keduanya mempertahankan keyakinan masing-masing tentang kebenaran dan keadilan di tengah persoalan yang tidak menawarkan jalan keluar mudah.
Marsha mengatakan pertemuannya kembali dengan Vino di film ini terasa berbeda karena karakter mereka tidak dibangun sebagai pasangan yang saling menopang. Mereka harus berhadapan ketika setiap keputusan yang dibuat membawa dampak terhadap banyak orang.
“Kami tidak sedang memainkan pasangan yang saling menopang. Kami justru dipertemukan dalam situasi yang membuat masing-masing karakter memiliki keyakinannya sendiri tentang apa yang benar,” kata Marsha Timothy.
Ia menilai ketegangan emosional dalam cerita muncul karena setiap pilihan memiliki konsekuensi yang besar. Kondisi tersebut membuat konflik dalam film terasa dekat dengan persoalan manusiawi, bukan sekadar pertarungan antara pihak benar dan salah.
Andi Budiman dan pilihan mustahil seorang ayah
Bagi Vino G. Bastian, Andi Budiman bukan sosok pahlawan dengan jawaban untuk semua masalah. Ia adalah laki-laki biasa yang dipaksa menentukan langkah ketika keluarganya berada dalam situasi sulit.
“Andi adalah laki-laki biasa. Dia bukan orang yang selalu tahu jawaban dari setiap masalah. Justru karena itulah dia terasa nyata,” ungkap Vino G. Bastian.
Vino menyebut cinta kepada keluarga menjadi penggerak utama karakter tersebut. Menurutnya, ketika seorang ayah dihadapkan pada pilihan yang mustahil, hati dapat berbicara lebih kuat daripada logika.
Ketegangan investigasi dan tema keluarga
Sutradara Danial Rifki menempatkan hubungan antarmanusia sebagai inti cerita di balik unsur investigasi dan ketegangan yang dibangun film ini. Kisahnya menyoroti rasa bersalah, pengampunan, keadilan, serta cinta yang tidak mengenal syarat.
“Film ini berbicara tentang rasa bersalah, pengampunan, keadilan, dan cinta yang tidak mengenal syarat,” ujar Danial Rifki. Ia berharap penonton meninggalkan bioskop dengan pertanyaan apakah mereka telah benar-benar mendengarkan orang-orang yang dicintai.
Produser Falcon Pictures, Frederica, menilai tema seseorang yang memikul beban demi keluarga memiliki kedekatan universal. Menurut keterangan yang dikutip www.medcom.id, film ini ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton lebih menghargai keluarga di sekitarnya.
Selain Vino dan Marsha, Ayah, Aku Mau Cerita dibintangi Niken Anjani, Ziva Magnolya, Gunawan Sudrajat, Pritt Timothy, Rizky Hanggono, Queen Lubis, Sadana Agung, Norman Akyuwen, Ibnu Gundul, Whani Darmawan, Faris Fadjar, dan Aksara Dena. Film garapan Danial Rifki ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
