Ruben Onsu disebut meminjam dana bank sebesar Rp 10 miliar untuk kebutuhan renovasi rumah. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyatakan rencana renovasi tersebut muncul atas keinginan Sarwendah.
Pernyataan itu disampaikan di tengah persoalan harta gana-gini yang, menurut Minola, belum terselesaikan dengan baik. Ia menilai sejumlah narasi mengenai rumah dan kewajiban bank Ruben perlu diluruskan untuk memulihkan nama baik kliennya.
Minola mengatakan pihaknya membuka penjelasan tersebut karena Ruben disebut telah mendapat pemberitaan yang tidak sesuai versinya. Ia juga menyinggung anggapan bahwa rumah tersebut sudah menjadi milik pihak yang ia sebut sebagai saudari S.
“Kami membuka semua ini demi memulihkan nama baik klien kami yang sudah di-framing, diomongin yang tidak benar,” kata Minola dalam pernyataan yang dikutip www.beritasatu.com. Menurutnya, muncul pula komentar bahwa pemilik rumah bebas mengundang siapa pun ke tempat tersebut.
Pinjaman Bank Jadi Sorotan
Minola tidak membantah bahwa pinjaman bank itu dibuat atas nama Ruben Onsu. Namun, ia mempertanyakan pihak yang pertama kali menginginkan rumah tersebut direnovasi.
“Kalau pun dianggap bahwa Ruben Onsu memiliki hutang di bank yang belum diselesaikan dan terancam di lelang dan sebagainya. Yang bikin hutang itu memang Ruben Onsu tetapi atas keinginan siapa?” tegas Minola.
Ia menyampaikan bahwa pembahasan mengenai utang bank tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan rumah itu. Dalam penjelasannya, renovasi disebut membutuhkan biaya besar sehingga menjadi pertimbangan Ruben sebelum pekerjaan dimulai.
Rumah yang dibeli itu disebut sebelumnya merupakan bangunan tua. Berdasarkan keterangan Minola, bangunan tersebut kemudian dihancurkan dan dibangun kembali hingga menjadi rumah seperti saat ini.
“Atas permintaan saudari S menurut penjelasan dari Ruben, rumah tersebut ingin direnovasi,” ujar Minola. Ia mengatakan keinginan tersebut menjadi alasan rumah lama itu dibongkar untuk pembangunan ulang.
Ruben Disebut Sempat Menunda Renovasi
Menurut Minola, Ruben tidak ingin terburu-buru merenovasi rumah setelah pembelian dilakukan. Pertimbangan utamanya adalah ongkos pembangunan yang dinilai tidak sedikit.
Meski demikian, Sarwendah disebut terus mempertanyakan kapan renovasi rumah akan dimulai. Minola menyatakan Ruben juga beberapa kali diundang mengikuti rapat dengan kontraktor untuk membahas rumah tersebut.
Pertemuan dengan kontraktor itu disebut berkaitan dengan rencana pembangunan rumah. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jadwal renovasi, nilai pembangunan, maupun bentuk kesepakatan yang diungkap dalam keterangan tersebut.
Penjelasan Minola menempatkan persoalan renovasi sebagai salah satu bagian dari konflik harta gana-gini antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Pihak Ruben menekankan bahwa keputusan meminjam dana bank dilakukan dalam konteks rencana pembangunan rumah.
Di sisi lain, pernyataan tersebut masih merupakan versi dari kuasa hukum Ruben. Hingga kabar ini disampaikan, Sarwendah belum memberikan tanggapan terkait tudingan bahwa renovasi rumah itu merupakan keinginannya.
Belum ada penjelasan dari Sarwendah mengenai pembahasan dengan kontraktor maupun alasan renovasi yang disebut oleh pihak Ruben. Karena itu, polemik mengenai pinjaman Rp 10 miliar dan pembangunan rumah tersebut masih menunggu respons dari pihak Sarwendah.
Source: www.beritasatu.com






