Undertone Mengubah Rekaman Anonim Menjadi Teror, Evy Mulai Tak Bisa Percaya Kenyataan

Author: Qoo Media

Film horor supernatural Undertone membangun ketakutan dari sesuatu yang nyaris tak terlihat, yakni rekaman audio anonim yang perlahan membuka teror di sebuah rumah. Keheningan, suara statis, dan pesan tersembunyi menjadi ancaman yang membuat batas antara kenyataan serta halusinasi semakin kabur.

Teror itu berpusat pada Evy, pembawa acara podcast paranormal yang semula memandang fenomena supranatural dengan skeptis. Saat pulang ke rumah masa kecil untuk merawat ibunya yang tengah sekarat, ia justru terseret ke dalam misteri yang mengancam dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Rekaman Misterius yang Mengubah Hidup Evy

Evy diperankan oleh Nina Kiri sebagai tokoh utama dalam film independen asal Kanada tersebut. Cerita juga menempatkan ibu Evy yang terbaring sakit sebagai bagian penting dari suasana terisolasi di rumah masa kecil mereka.

Di tengah rutinitas merawat ibunya, Evy dan rekan podcast-nya, Justin yang diperankan Adam DiMarco, menerima audio dari pasangan suami istri. Pasangan itu mengaku mengalami gangguan misterius di rumah mereka dan mengirimkan rekaman sebagai bukti.

Pada awalnya, audio tersebut hanya terdengar seperti kumpulan suara aneh tanpa arti yang jelas. Namun, Evy mulai menemukan pesan-pesan tersembunyi setelah menelaah rekaman itu lebih dalam.

Pesan dalam audio itu mengarah pada sosok iblis dari cerita rakyat kuno. Semakin banyak rekaman yang didengarkan, semakin besar pula teror yang mengikuti Evy di dalam rumahnya sendiri.

Ketakutan Dibangun Lewat Suara dan Keheningan

Undertone mengandalkan desain suara yang ekstrem sekaligus minimalis untuk menciptakan rasa tidak nyaman. Film ini menggunakan keheningan dan suara statis untuk menempatkan penonton dalam ketegangan yang terus meningkat.

Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan apofenia, kecenderungan psikologis manusia untuk menghubungkan suara atau pola acak dengan sesuatu yang bermakna maupun mistis. Dalam cerita, kecenderungan itu membuat Evy semakin sulit membedakan apakah ancaman yang ia dengar benar-benar nyata atau muncul dari pikirannya sendiri.

Gangguan yang dialami Evy tidak berhenti pada rekaman misterius. Ia mulai dihantui suara-suara mengerikan dan menghadapi kejadian ganjil yang berkaitan dengan kehamilan, kematian, serta kutukan kuno.

Misteri tersebut perlahan mengubah rumah masa kecil Evy menjadi ruang penuh ancaman. Saat asal-usul rekaman mulai terungkap, ia harus berhadapan dengan kekuatan jahat yang tidak hanya mengincar dirinya.

Debut Ian Tuason yang Berangkat dari Pengalaman Pribadi

Undertone disutradarai sekaligus ditulis oleh Ian Tuason. Film ini menjadi proyek debut layar lebar bagi sineas tersebut.

Menurut Sundance Institute, Tuason mengambil inspirasi langsung dari pengalamannya merawat orang tua selama pandemi Covid-19. Latar itu memberi konteks personal pada kisah Evy yang harus menghadapi kondisi ibunya di tengah tekanan teror yang terus membesar.

Film ini menayangkan Nina Kiri sebagai karakter utama bersama sosok ibu Evy yang sakit, sehingga rasa sepi menjadi elemen penting dalam penceritaannya. Kehadiran suara-suara tanpa wujud kemudian menjadi sumber ketakutan utama yang menekan karakter tersebut.

Perjalanan Undertone di Festival hingga Distribusi Global

Ajang Tahun Pencapaian
Fantasia International Film Festival 2025 Tayang perdana dan meraih penghargaan film Kanada terbaik pilihan penonton
Sundance Film Festival 2026 Masuk seleksi resmi kategori Midnights

Setelah pemutaran perdana di Fantasia International Film Festival 2025, Undertone meraih piala film Kanada terbaik pilihan penonton. Pencapaian itu kemudian diikuti pembelian hak distribusi oleh A24, yang mulai mendistribusikan film tersebut secara global pada Maret 2026.

Undertone juga masuk program Midnights pada Sundance Film Festival 2026. Kategori tersebut merupakan program khusus bagi film horor, thriller, atau sinema eksperimental yang menegangkan.

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Undertone kini tayang di Netflix. Film ini menawarkan horor yang tidak mengandalkan banyak karakter, melainkan membiarkan rekaman, kesunyian, dan ketidakpastian menjadi pusat terornya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru