Sepi Job, Kadir Srimulat Pilih Beralih Jadi Afiliator demi Keluarga

Shopee Flash Sale

Kadir Srimulat, seorang pelawak legendaris yang dikenal luas lewat grup lawak Srimulat, kini menghadapi tantangan besar dalam kariernya. Keputusan untuk beralih menjadi seorang afiliator muncul setelah kondisi pekerjaan di dunia hiburan semakin sepi. Kadir mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, ia hanya mendapatkan undangan tampil di televisi sebanyak tiga kali. Dengan kebingungan mencari sumber pendapatan baru, ia mulai menjelajahi dunia digital marketing.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Kasisolusi, Kadir menjelaskan keterpurukan kariernya. “Saya lihat kok banyak orang jualan hasilnya bisa ramai sampai ratusan juta,” ujarnya mengacu pada video di TikTok dan YouTube tentang affiliate marketing. Keputusan untuk terjun ke dunia afiliasi tidak semudah itu. Kadir mencari dukungan dari keluarga, khususnya anak-anaknya, yang memberikan pemahaman dan bantuan awal memiliki strategi yang tepat.

Kadir memulai langkah pertamanya dalam dunia afiliasi dengan menjual barang-barang di rumah. Ia menjual alat pijat dan tumbler, dan sangat mengejutkan, dalam waktu singkat ia laku keras. Dengan pengikut sebanyak 34 ribu di media sosial, Kadir mulai merasakan manfaat dari aktivitas barunya tersebut. “Saya beli alat pijat seharga Rp 80.000 dan syuting video selama tiga jam. Awalnya justru laku dua, delapan, hingga 300 unit,” jelasnya.

Dalam dunia afiliasi tersebut, Kadir mampu meraup keuntungan yang terbilang signifikan, yakni hingga Rp 3 juta per hari. Komisi yang diterimanya bervariasi, dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000 untuk setiap barang yang terjual. Kadir melanjutkan bahwa anaknya juga terlibat dalam proses penyuntingan video promosinya. “Pernah juga sih saya jual kemoceng, sehari laku 1.800 meski besoknya turun lagi,” ungkap Kadir sambil tersenyum mengenang perjalanan barunya.

Meski harus mengesampingkan ego sebagai seorang selebriti senior, Kadir tidak menunjukkan rasa keberatan. “Pernah ada teman bertanya, siap enggak jika gaji turun dan gengsi ikut turun? Saya jawab, sebagai bapak dan kepala keluarga, saya siap,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa Kadir terfokus pada tanggung jawabnya untuk keluarga.

Dunia afiliasi yang sebelumnya ia anggap remeh kini menjadi berkah tersendiri. Dalam pandangannya, selama masih bisa berusaha dan berkarya, Kadir tidak merasa malu untuk beradaptasi dengan situasi. Baginya, motivasi terbesar untuk terus maju berasal dari keluarga yang sangat dicintainya. Statusnya sebagai pelawak legendaris tidak menghalanginya untuk mengikuti perkembangan zaman dan mencoba hal baru.

Transformasi Kadir Srimulat dari seorang pelawak menjadi afiliator adalah sebuah gambaran nyata bagaimana seniman harus beradaptasi dalam menghadapi perubahan industri. Di tengah sepinya tawaran pekerjaan, langkahnya menjadi afiliator menunjukkan inisiatif dan kreativitas yang tinggi. Dalam industri hiburan di Indonesia yang kian kompetitif, Kadir menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru demi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.

Kadir Srimulat bukan hanya sekadar selebriti, tetapi juga sosok yang memiliki ketahanan dan dedikasi tinggi terhadap keluarganya. Dengan langkah berani ini, ia menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada keadaan dan selalu berusaha memperbaiki hidup mereka. Dalam dunia yang terus berubah, adaptasi adalah kunci untuk tetap relevan.

Berita Terkait

Back to top button