Epilepsi 16 Tahun Sembuh! Film ‘Awake Brain Surgery’ Tampilkan Perjuangan Tim Dokter

Shopee Flash Sale

Perjuangan melawan epilepsi yang dialami Robby selama 16 tahun berakhir bahagia berkat inovasi medis yang ditampilkan dalam film dokumenter “Awake Brain Surgery: Where Miracles Begin.” Film ini, yang diluncurkan oleh RS Mandaya Royal Hospital Puri, mengisahkan perjalanan tim dokter spesialis, termasuk Dr. Mardjono Tjahjadi, yang menggunakan teknik bedah canggih untuk membantu pasien yang mengalami kondisi neurologis kompleks.

Dalam film tersebut, Robby menjadi salah satu sorotan utama. Dia menderita epilepsi akibat tumor di bagian frontal otaknya. Untuk melakukan prosedur awake brain surgery, Robby harus tetap sadar selama operasi, sehingga fungsi bicara dan motorik dapat dijaga. Melalui kolaborasi tim yang kompak, hasilnya sangat menggembirakan: Robby berhasil kembali berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya yang sebelumnya lumpuh.

Erwin Suyanto, Public Relation Mandaya Hospital Group, menyatakan bahwa film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai perkembangan teknologi medis dan keahlian dokter dalam negeri. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa kepercayaan terhadap dokter dan layanan kesehatan di Indonesia semakin meningkat,” ujarnya.

Keberhasilan operasi ini dapat diatributkan pada penggunaan teknologi mutakhir, seperti intraoperative neuromonitoring (IONM), yang membantu memantau fungsi sistem saraf secara real-time. Ini penting dalam mencegah kerusakan saraf selama prosedur berisiko tinggi. RS Mandaya Royal Puri juga dilengkapi dengan fasilitas medis modern yang mendukung keberhasilan operasi, termasuk Digital PET CT Scan, MRI Ingenia Ambition X, dan banyak lainnya.

Film ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan gambaran sisi humanis dalam dunia medis. Melalui testimoni pasien dan keluarga, penonton bisa melihat bagaimana Dr. Joy, sebagai salah satu dokter utama, bukan hanya seorang ahli, tetapi juga sosok yang memberikan harapan dan ketenangan di momen-momen krusial.

Dr. Joy, yang dikenal dengan prestasi internasionalnya, telah meraih gelar S3 kedokteran di Helsinki hanya dalam waktu 18 bulan, sebuah rekor yang diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Dia belajar dari maestro bedah saraf dunia, Prof. Juha Hernesniemi, yang menanamkan filosofi pentingnya setiap milimeter jaringan otak.

Dari dua kasus yang ditampilkan, film ini menunjukkan bagaimana kolaborasi tim dokter multidisiplin dapat menciptakan keajaiban medis yang nyata. Kasus Ryu, seorang anak berusia 6 tahun dengan tumor otak, menunjukkan keberhasilan teknik bedah mikro yang digunakan. Usai menjalani operasi, Ryu dapat segera berdiri dan makan dengan normal dalam waktu singkat.

Dengan peluncuran film ini, RS Mandaya Royal Puri berharap dapat menyediakan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi, kolaborasi tim medis, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan medis. “Kami ingin menunjukkan bahwa sinergi keahlian dan teknologi dapat mengubah hidup pasien menjadi lebih baik,” tambah Erwin.

Kisah Robby dan Ryu memberikan harapan baru tidak hanya bagi mereka yang berkepentingan, tetapi juga kepada masyarakat untuk terus percaya pada kemajuan ilmu kesehatan di tanah air. Melalui film ini, diharapkan semakin banyak orang yang memahami pentingnya keahlian medis dan teknologi dalam mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks.

Berita Terkait

Back to top button