Alami Gangguan Tidur Parah, Ashanty Dirukiah akibat Halusinasi dan Depresi

Author: Qoo Media

Ashanty, artis terkenal dan istri dari Anang Hermansyah, baru-baru ini membagikan kendala kesehatan yang serius yang tengah dihadapinya. Dalam beberapa waktu terakhir, ia mengalami gangguan tidur parah yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosionalnya. Cerita Ashanty membuka tabir kesulitan yang sering dialami banyak orang namun jarang disorot.

Wanita berusia 41 tahun ini menjelaskan bahwa kesulitan tidurnya telah berlangsung cukup lama. Ia harus mengandalkan obat tidur yang harus diminum setiap malam pada pukul 10. “Kadang, jika saya terbangun sedikit, saya merasa seperti orang depresi karena tidak bisa tidur,” ungkapnya saat konferensi pers di Jakarta Selatan pada 5 Agustus 2025. Gangguan tidur yang dialaminya bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga berdampak pada kehidupannya sebagai seorang ibu.

Kondisi ini mencapai titik emosional ketika anaknya, Arsy, terpaksa menahan rasa sakit pada malam hari agar tidak membangunkan Ashanty. “Arsy kesakitan kupingnya… tapi sambil ngegigit mulutnya supaya tidak terdengar teriakannya,” cerita Ashanty. Sang suami bahkan membawa Arsy ke rumah sakit tanpa membangunkan Ashanty, sebuah keputusan yang membuat Ashanty merasa bersalah ketika ia mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya.

“Rasa bersalah sebagai ibu muncul ketika saya baru tahu anak saya sakit dan harus dibawa ke IGD. Saya merasa sangat terpukul dan menangis seharian,” ungkapnya. Telepon dan perhatian dari anggota keluarga lainnya untuk menjaga ketenangan di rumah menjadi penting dalam situasi ini.

Dalam usaha untuk mengatasi masalah tidurnya, Ashanty telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk studi tidur dan terapi kejiwaan. Namun, intensitas halusinasi yang dialaminya semakin mengkhawatirkan. Ia bahkan sampai menjalani rukiah sebagai upaya tambahan. “Saya sampai dirukiah juga. Dokter psikiater saya bicara, ‘Kamu tidak kenapa-napa, hanya terlalu stres,’” jelasnya.

Kondisi Ashanty menunjukkan bukti nyata bahwa gangguan tidur dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental seseorang. Tidak hanya mempengaruhi diri sendiri, tetapi juga orang-orang terdekat yang mungkin mengalami konsekuensi dari situasi tersebut. Meskipun pelan-pelan berusaha untuk pulih, Ashanty menekankan pentingnya perawatan yang berkelanjutan. “Saya harus sembuh,” katanya, menegaskan tekadnya untuk kembali sepenuhnya hadir untuk anak-anaknya.

Dari kisah Ashanty, dapat dilihat bahwa masalah kesehatan mental dan tidur bukanlah hal yang sepele. Penting untuk menerima dukungan dan bantuan medis yang tepat agar seseorang dapat kembali menjalani hidup secara optimal. Di tengah pergaulan publik yang selalu memperlihatkan wajah ceria, seringkali terdapat tantangan yang tidak terlihat yang harus dihadapi.

Pengalaman Ashanty memberikan pelajaran bahwa penting untuk berbicara tentang masalah kesehatan mental dan tidak merasa malu untuk mencari bantuan. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, ada baiknya kita jangan melupakan pentingnya kesehatan mental dan tidur yang berkualitas. Ini adalah faktor fundamental dalam menjaga keseimbangan hidup, mulai dari kesehatan fisik hingga emosional.

Seiring dengan usahanya untuk pulih, Ashanty berharap dengan menyampaikan kisahnya, lebih banyak orang dapat memahami dan menangani masalah kesehatan mental dengan cara yang lebih baik. Kesehatan mental yang baik adalah hak setiap individu, dan penting untuk membagikannya agar tidak ada yang merasa sendirian dalam perjuangan mereka.

Terbaru