Singapore Airlines Resmikan Pengoperasian Airbus A380 untuk Rute Jarak Jauh Terbaru

Singapore Airlines resmi mengumumkan akan mengoperasikan pesawat Airbus A380 pada salah satu rute jarak jauh menuju Dubai. Langkah ini dianggap signifikan karena pesawat superjumbo tersebut menggantikan Boeing 777-300ER yang sebelumnya melayani rute ini secara reguler.

Rute penerbangan Singapore-Dubai merupakan salah satu rute utama yang memiliki tingkat permintaan tinggi, terutama selama musim panas. Mulai akhir Maret, Singapore Airlines akan menerbangi rute ini setiap hari dengan menggunakan A380 hingga akhir Oktober, sesuai jadwal musim panas penerbangan internasional IATA.

Detail Pengoperasian Airbus A380 di Rute Dubai

Penerbangan menggunakan A380 mulai dijadwalkan berangkat dari Bandara Changi ke Dubai International pada pukul 14:40 waktu setempat dan tiba pukul 18:00. Sedangkan untuk rute sebaliknya, pesawat akan lepas landas dari Dubai pukul 19:45 dan tiba kembali di Singapura pukul 07:30 keesokan harinya. Waktu istirahat pesawat (turnaround time) di bandara juga diperpanjang menjadi 1 jam 45 menit untuk mengakomodasi ukuran superjumbo ini.

Transisi dari Boeing 777-300ER ke A380 membawa dampak langsung pada kapasitas penumpang. Boeing 777-300ER yang sebelumnya dioperasikan hanya menyediakan 264 kursi. Dengan hadirnya A380, jumlah tempat duduk meningkat dramatis menjadi 471 kursi per penerbangan. Menurut data Cirium, ini berarti kenaikan kapasitas hingga 78% per penerbangan.

Konfigurasi Kursi dan Fitur Khusus Airbus A380 SQ

A380 milik Singapore Airlines menawarkan konfigurasi kursi sebagai berikut:

  1. 6 Suite pribadi lengkap dengan tempat tidur ganda.
  2. 78 kursi kelas bisnis dengan konfigurasi 1-2-1.
  3. 44 kursi premium economy dengan pitch 38 inci.
  4. 343 kursi ekonomi reguler berkonfigurasi 3-4-3.

Dengan penambahan ini, tersedia lebih banyak kursi di seluruh kelas, terutama di kelas ekonomi yang naik sebanyak 159 kursi atau sekitar 86%. Kenaikan kapasitas di kelas bisnis tercatat sebanyak 30 kursi atau sekitar 63%, dan premium economy bertambah 16 kursi atau 57%.

Persaingan Superjumbo di Langit Timur Tengah

Keputusan Singapore Airlines menambah A380 ke Dubai menambah kompetisi layanan pesawat berbadan besar pada rute ini. Emirates, maskapai berbasis di Dubai, mengoperasikan tiga dari empat penerbangan harian antara Changi-Dubai dengan A380 dilengkapi kelas satu. Pada bulan April, terdapat empat penerbangan A380 yang berangkat dari Singapura ke Dubai setiap hari, menjadikan rute ini salah satu yang paling padat dengan superjumbo di dunia.

Berikut jadwal keberangkatan A380 dari Singapura menuju Dubai:

Operator Jam Keberangkatan dari Singapura
Emirates 00:50, 10:35, 21:00
Singapore Airlines 18:00

Data OAG mencatat jumlah penumpang langsung antara Dubai dan Singapura mencapai sekitar 375 ribu dalam satu tahun hingga Oktober, belum termasuk penumpang transit. Tingginya permintaan ini menjadi alasan strategis bagi Singapore Airlines untuk memaksimalkan kapasitas dengan pesawat terbesar di armadanya.

Tren Pemanfaatan A380 di Asia dan Timur Tengah

Singapore Airlines merupakan maskapai pertama di dunia yang menggunakan A380 secara komersial. Hingga kini, maskapai tersebut masih mengoperasikan 12 unit, meski tidak semuanya aktif terbang. Selain Emirates dan Singapore Airlines, Qatar Airways dan Etihad Airways juga mulai mengoperasikan A380 pada rute menuju atau dari Singapura, menambah total keberangkatan A380 harian dari kota ini menuju Timur Tengah menjadi enam kali sehari, angka tertinggi sepanjang sejarah.

Penerapan pesawat berbadan lebar semacam A380 pada rute ini mencerminkan tren peningkatan volume penumpang serta ekspektasi pengalaman perjalanan premium. A380 menawarkan kenyamanan ekstra, terutama di kelas suite dan bisnis yang diakui secara global.

Dengan perubahan ini, Singapore Airlines memperkuat posisinya di pasar penerbangan long-haul internasional, khususnya pada rute strategis Singapura-Dubai yang juga menjadi hub penghubung utama Asia dan Eropa. Maskapai lain pun terus mengamati langkah ini sebagai sinyal adanya potensi pertumbuhan dan inovasi di pasar penerbangan internasional Asia-Timur Tengah.

Baca selengkapnya di: simpleflying.com
Exit mobile version