Puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab selalu dinantikan umat Islam karena bertepatan dengan momentum mulia di kalender Hijriah. Rajab adalah bagian dari Asyhurul Hurum, bulan-bulan yang dimuliakan, sehingga ibadah di dalamnya memiliki keistimewaan tersendiri.
Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah sunah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pada bulan ini, muslim dianjurkan menjalankan amalan tersebut untuk memperoleh keutamaan besar, sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab
Jadwal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab menyesuaikan penanggalan Hijriah yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan kalender Hijriah standar, pelaksanaan puasa jatuh pada:
- Jumat, 2 Januari – 13 Rajab
- Sabtu, 3 Januari – 14 Rajab
- Minggu, 4 Januari – 15 Rajab
Sementara itu, menurut penetapan hilal yang digunakan Nahdlatul Ulama (NU Online), terdapat penyesuaian jadwal satu hari berikut:
- Sabtu, 3 Januari – 13 Rajab
- Minggu, 4 Januari – 14 Rajab
- Senin, 5 Januari – 15 Rajab
Perbedaan penetapan jadwal merupakan hal wajar karena metode penentuan awal bulan Hijriah bisa beragam. Umat Islam dianjurkan mengikuti keputusan organisasi keagamaan atau rujukan yang selama ini dipegang oleh masing-masing.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab
Istilah Ayyamul Bidh merujuk pada “hari-hari putih”, yaitu malam pertengahan bulan Hijriah saat rembulan bersinar terang. Pada hari-hari ini, Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa.
Berpuasa pada Ayyamul Bidh mendapat keutamaan besar, lebih-lebih saat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Rajab. Dalam Islam, amal saleh yang dilakukan pada Asyhurul Hurum diyakini memperoleh pelipatgandaan pahala.
Dari sejumlah hadis riwayat An-Nasa’i, dikisahkan Rasulullah SAW hampir tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh. Baik sedang di rumah maupun dalam perjalanan, beliau tetap rutin menjalankannya.
Pahala puasa ini dikatakan setara dengan berpuasa sepanjang tahun, karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Apabila puasa Ayyamul Bidh dilakukan tiga hari pada setiap bulan, nilainya sama dengan puasa sebulan penuh. Jika dijalankan rutin setiap bulan, maka pahalanya setara puasa setahun penuh.
Kitab I’anatut Thalibin turut menegaskan nilai keistimewaan puasa Ayyamul Bidh, terutama jika dilakukan secara konsisten sebagai amalan sunah yang rutin.
Bacaan Niat dan Panduan Niat Ganda
Untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh, berikut bacaan niat yang umum digunakan:
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa dapat dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu zawal, asalkan belum melakukan tindakan yang membatalkan puasa.
Bila puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan hari Senin, umat Islam dapat menggabungkan niat dengan puasa Senin. Penggabungan niat pada puasa sunah diperbolehkan untuk menambah keberkahan ibadah.
Tips Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh secara Konsisten
Agar bisa menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap bulan dengan lancar, berikut langkah yang dapat diikuti:
- Catat jadwal pelaksanaan puasa pada kalender pribadi.
- Persiapkan diri dengan sahur yang cukup dan menyesuaikan aktivitas.
- Gunakan pengingat agar tidak lupa niat, terutama jika menggabungkan dengan puasa sunah lain.
- Ikuti rujukan penetapan tanggal dari organisasi keagamaan yang diikuti.
- Usahakan untuk menjaga semangat dan niat ikhlas dalam beramal.
Bila sudah melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab, umat Islam dapat bersiap menjalankan kembali pada bulan Sya’ban yang diperkirakan jatuh di awal bulan berikutnya. Rajab menjadi saat yang tepat untuk memperbanyak amalan sunah dan melatih diri, agar ibadah semakin maksimal di bulan-bulan berikutnya.
Baca selengkapnya di: www.kompas.tv




