Trump Beri Ancaman Serius pada Pemimpin Baru Venezuela, Lebih Parah dari Nasib Maduro

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas melontarkan ancaman kepada pemimpin baru Venezuela, Delcy Rodríguez. Dalam sebuah wawancara telepon, Trump menyatakan bahwa jika Rodríguez tidak mengikuti kehendak Amerika Serikat, ia akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat daripada yang dialami pendahulunya, Nicolás Maduro, yang kini ditahan di New York.

Trump menyoroti penolakan keras Rodríguez terhadap intervensi militer Amerika di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro. Pernyataan ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara pemerintahan AS dan kepemimpinan baru Venezuela.

Pendekatan Baru Trump terhadap Venezuela

Dalam percakapan tersebut, Trump juga menandai perubahan sikap terkait intervensi asing dan pembangunan kembali rezim. Berbeda dengan pandangannya sebelumnya yang menentang perubahan rezim dan nation building, Trump kini menyatakan bahwa upaya tersebut lebih baik daripada kondisi Venezuela saat ini yang ia gambarkan sebagai negara gagal.

Trump menegaskan, “Rebuilding is not a bad thing in Venezuela’s case,” dan menambahkan bahwa Venezuela telah menjadi “negara yang hancur dalam segala hal.” Ia membuka kemungkinan adanya tindakan militer lanjutan jika situasi memburuk.

Respons Delcy Rodríguez dan Potensi Konflik Berkepanjangan

Delcy Rodríguez menolak klaim Trump tentang kesediaannya bekerja sama dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Venezuela siap membela sumber daya alamnya dan melanjutkan kebijakan Maduro. “Kami tidak akan pernah menjadi koloni lagi,” ujarnya.

Penolakan tersebut meningkatkan potensi konflik berkepanjangan yang dapat mendorong keterlibatan militer AS yang lebih dalam dan bahkan kemungkinan pendudukan. Trump sendiri menyatakan kesiapan untuk menggerakkan gelombang operasi militer kedua jika diperlukan.

Latar Belakang Perubahan Sikap Trump

Pada masa kampanye presiden, Trump pernah mengutuk intervensi militer dan proyek bantuan luar negeri yang bertujuan merombak rezim, terutama yang terjadi di Irak dan Afghanistan. Namun, dalam konteks Venezuela, ia menegaskan bahwa situasi berbeda dan menyinggung kegagalan intervensi sebelumnya yang dilakukan oleh pendahulunya, George W. Bush.

Trump menekankan bahwa pendekatannya dalam mengatur Venezuela berlandaskan doktrin “Donroe,” versi modern dari Monroe Doctrine abad ke-19, yang bertujuan menjaga pengaruh Amerika di wilayah Barat tanpa campur tangan kolonial Eropa.

Implikasi bagi Politik Global dan Wilayah

Trump juga mengaitkan operasi militer di Venezuela dengan keberadaan dan pentingnya wilayah strategis lain, seperti Greenland. Ia mengungkapkan kekhawatiran akan pengaruh Cina dan Rusia yang semakin melonjak di perairan sekitarnya, meskipun mengaku belum menentukan sikap resmi terkait potensi tindakan militer di sana.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa operasi di Venezuela merupakan sinyal nyata tentang niat Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump. “Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia serius,” kata Rubio.

Catatan Penting Perkembangan Venezuela

  1. Maduro ditangkap oleh pasukan militer AS dalam serangan di Caracas.
  2. Delcy Rodríguez mengambil alih kepemimpinan tetapi menolak intervensi asing.
  3. Trump siap melanjutkan rekonstruksi dan perubahan rezim jika diperlukan.
  4. Ketegangan ini membuka peluang konflik militer lebih luas di Amerika Latin.

Ancaman Trump terhadap Delcy Rodríguez mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks di Amerika Selatan. Sementara pengaruh luar terus berupaya dikukuhkan, situasi politik Venezuela akan tetap menjadi sorotan internasional yang bisa memicu pergeseran besar dalam hubungan bilateral dan stabilitas regional.

Baca selengkapnya di: www.theatlantic.com
Exit mobile version