Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat sore mengalami penguatan tipis. IHSG naik sebesar 11,28 poin atau 0,13 persen ke posisi 8.936,75, didukung sentimen positif dari faktor domestik dan global.
Sentimen eksternal yang mendorong kenaikan IHSG berasal dari bursa regional Asia yang bergerak menguat. Penguatan ini dipicu oleh data pengeluaran rumah tangga Jepang yang meningkat secara tak terduga pada bulan November, menandakan pulihnya konsumsi domestik di kawasan Asia.
Data inflasi China juga memberikan sinyal positif pasar. Inflasi tahunan di China pada Desember tercatat 0,8 persen dengan inflasi bulanan 0,2 persen, berbalik dari deflasi pada bulan sebelumnya. Ini mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat dan meningkatnya permintaan domestik.
Pelaku pasar global juga menantikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat Desember, yang akan memberikan gambaran kebijakan moneter The Fed ke depan. Selain itu, perhatian tertuju pada keputusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif era Trump.
Sentimen domestik turut menopang pergerakan IHSG. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember berada di level 123,5, menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Hal ini juga menandakan dampak positif dari kebijakan fiskal pemerintah yang mendukung pemulihan ekonomi.
IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan dan tetap berada di zona positif hingga penutupan sesi pertama maupun kedua. Indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga naik tipis sebesar 0,05 persen ke posisi 868,02.
Dari sisi sektoral, sebanyak sembilan sektor mengalami penguatan, dengan sektor barang konsumen non primer memimpin kenaikan sebesar 3,30 persen. Disusul sektor barang baku naik 2,38 persen dan sektor properti naik 2,18 persen. Sebaliknya, dua sektor mencatat penurunan, yaitu sektor infrastruktur turun 1,40 persen dan sektor keuangan turun 1,07 persen.
Saham-saham dengan kenaikan terbesar meliputi KOCI, HILL, APLN, PPRE, dan MINA. Sebaliknya, saham OPMS, CRSN, SMLE, ISMKM, dan MBSS tercatat mengalami penurunan signifikan.
Frekuensi transaksi pada perdagangan hari ini mencapai 3,47 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 57,02 miliar lembar saham. Nilai transaksi saham mencapai Rp27,45 triliun. Jumlah saham yang mengalami kenaikan sebanyak 359 saham, sementara 318 saham turun dan 137 saham stagnan.
Pergerakan serupa juga terlihat pada bursa saham kawasan Asia lainnya. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,61 persen ke level 51.939,89. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,32 persen ke 26.231,78, indeks Shanghai menguat 0,92 persen ke 4.120,43, dan indeks Strait Times Singapura naik 0,12 persen ke 4.744,66.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen positif dari aspek makroekonomi dan data konsumen turut mendorong perbaikan di bursa regional dan nasional. Pasar saham Indonesia masih menunjukkan respon optimis terhadap perkembangan kondisi ekonomi global maupun domestik.
Baca selengkapnya di: www.antaranews.com