Bangkitnya Raja HP Dunia Setelah Terpuruk, Merek China Terpental dari Posisi Puncak

Industri ponsel pintar global menunjukkan tren pertumbuhan yang positif meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Sepanjang tahun ini, penjualan ponsel mengalami peningkatan sebesar 2% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan permintaan di pasar negara berkembang dan kondisi ekonomi yang sedang membaik di berbagai wilayah.

Apple muncul sebagai pemain utama dengan keberhasilan meluncurkan seri iPhone 17 yang mendapat sambutan hangat dari konsumen di seluruh dunia. Berkat produk terbaru ini, Apple berhasil merebut kembali posisi puncak sebagai raja pasar ponsel, menggeser Samsung ke posisi kedua.

Pangsa Pasar Apple Melonjak

Menurut laporan dari firma riset Counterpoint yang dikutip oleh Reuters, Apple menguasai 20% pangsa pasar ponsel global. Angka ini meningkat dari 18% pada tahun sebelumnya, menandai penguatan signifikan setelah sempat mengalami penurunan penjualan 2% tahun lalu. Apple mampu memanfaatkan momentum yang tercipta dari peluncuran produk baru dan strategi pemasaran yang agresif.

Samsung, pesaing utama Apple selama ini, mempertahankan pangsa pasar sebesar 19% meski tetap harus mengakui posisi nomor satu kini berada di tangan kompetitor asal Amerika Serikat tersebut. Samsung mencatat stabilitas dalam pengapalan produknya sepanjang tahun, namun tidak dapat menyaingi lonjakan pesat penjualan Apple.

Perebutan Posisi Ketiga dan Dominasi Merek China

Di posisi ketiga, Xiaomi tetap konsisten dengan pangsa pasar sekitar 13%. Meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Xiaomi masih mengandalkan permintaan yang kuat dari negara-negara berkembang. Sementara itu, Oppo dan Vivo masih berjuang untuk menembus tiga besar dan masing-masing memiliki pangsa pasar sekitar 8%.

Merek-merek China ini, yang sebelumnya mendominasi pasar internasional, harus menghadapi realitas persaingan ketat yang membuat mereka menurun posisinya di peringkat global. Perubahan preferensi konsumen dan keberhasilan produk-produk Apple menjadi faktor utama dalam dinamika tersebut.

Dampak Kelangkaan Chip dan Prospek Industri

Ke depan, industri ponsel diliputi kekhawatiran mengenai kelangkaan chip yang diprediksi akan menghambat pertumbuhan di bulan-bulan mendatang. Keterbatasan pasokan chip disebabkan oleh prioritas produsen chip yang kini lebih memfokuskan produksi ke sektor data center AI. Hal ini membuat pasokan chip untuk perangkat elektronik konsumen, termasuk ponsel, menjadi terbatas.

Menurut Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, situasi ini memungkinkan terjadinya kenaikan harga komponen yang berimbas pada harga jual ponsel di pasar. Produsen kemungkinan harus memilih antara menaikkan harga ritel atau mempertahankan harga dengan risiko menurunkan kualitas hardware.

Faktor-Faktor Pendukung Pertumbuhan Pasar Ponsel

  1. Permintaan tinggi di negara berkembang yang terus bertambah.
  2. Peluncuran produk inovatif dari perusahaan besar seperti Apple.
  3. Stabilitas ekonomi di berbagai kawasan yang menambah daya beli konsumen.
  4. Penyesuaian strategi distribusi dan pemasaran oleh produsen untuk meningkatkan penjualan awal tahun.

Ke depan, persaingan pasar ponsel dunia diperkirakan akan semakin ketat dengan pergeseran pangsa pasar dan ketahanan rantai pasokan yang menjadi kunci. Brand-brand besar seperti Apple dan Samsung fokus pada inovasi dan ekspansi pasar, sementara merek-merek dari Cina perlu memperkuat diferensiasi produk agar bisa kembali bertumbuh di tengah perubahan preferensi konsumen dan situasi pasar yang dinamis.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version