LeBron James dipastikan tidak akan bermain saat Los Angeles Lakers menghadapi San Antonio Spurs pada Selasa malam. Keputusan ini diumumkan karena James mengalami arthritis pada kaki kirinya, yang memaksa dia absen di pertandingan kedua dari back-to-back. Selain LeBron James, beberapa pemain penting lain seperti Luka Dončić, Austin Reaves, dan Marcus Smart juga dipastikan tidak ikut bermain.
Kondisi ini membuat James telah melewatkan total 18 pertandingan musim ini, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk mencapai batas minimum 65 pertandingan yang diperlukan agar memenuhi syarat meraih penghargaan berdasarkan perjanjian kolektif pemain NBA saat ini. Akibatnya, untuk pertama kalinya sejak 2004, LeBron James tidak akan masuk dalam daftar All-NBA Teams, yang merupakan rekor berkelanjutan selama 21 tahun.
Akhir dari Streak All-NBA James
Kehilangan kesempatan untuk masuk dalam All-NBA Teams menandai berakhirnya streak luar biasa selama 21 tahun bagi LeBron James. Untuk konteks, legenda seperti Kobe Bryant, Tim Duncan, dan Kareem Abdul-Jabbar hanya memiliki 15 seleksi All-NBA sepanjang karier mereka—dan itu bukan streak, melainkan totalnya. LeBron James secara khusus memimpin perolehan seleksi pertama dengan 13 kali, dua seleksi lebih banyak dari Kobe Bryant dan Karl Malone.
Dalam sejarah NBA, James selalu tampil impresif sejak debutnya di musim 2003-04, ketika ia bahkan tidak masuk ke dalam All-NBA Teams. Namun, ia berhasil menjadi Rookie of the Year dan tidak pernah absen dari daftar penghargaan tersebut sejak saat itu. Streak ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya mempertahankan performa pada tingkat yang sangat tinggi, tetapi juga menjaga kondisi fisiknya agar bisa memainkan hampir seluruh pertandingan dalam tiap musimnya.
Faktor Kesehatan dan Penampilan James Musim Ini
Musim ini, LeBron James mengawali dengan melewatkan 14 pertandingan pertama karena masalah saraf sciatica. Di usia 41 tahun, kondisi fisik menjadi tantangan yang signifikan. Ia pun sering menghindari bermain dalam dua pertandingan berturut-turut (back-to-back) karena alasan pemulihan. Hal ini memengaruhi total penampilan James hingga membuatnya gagal memenuhi syarat minimum untuk masuk ballot All-NBA.
James sendiri pernah beberapa kali mendekati kegagalan mencapai batas 65 pertandingan dalam empat musim penuh selama streak tersebut. Pada musim 2018-19, ia lolos masuk daftar meski bermain hanya 55 pertandingan berkat statistik impresifnya, dan terpilih sebagai anggota tim ketiga pada musim 2022-23. Namun, meski terdapat perdebatan terkait pengaruh nama besar James dalam pemilihan, catatan konsistensinya tetap luar biasa.
Rekor Lain yang Juga Berakhir
Musim ini juga menandai berakhirnya dua streak unik lainnya bagi LeBron James. Pada awal Desember, James gagal mempertahankan rekor 1.297 pertandingan beruntun mencetak minimal 10 poin dalam satu laga, yang dimulai sejak 19 tahun lalu. Ia juga harus melewatkan kesempatan untuk menjadi starter All-Star untuk pertama kalinya dalam 21 tahun. Meski begitu, pencapaian bermain selama 23 musim profesional tetap menjadi rekor tak tertandingi dalam sejarah NBA.
Rekor-rekor tersebut memberikan gambaran lengkap mengenai besarnya dominasi LeBron James dalam dunia olahraga, terutama dalam basket. Dari usia 19 hingga 41 tahun, performa dan daya tahan fisiknya sulit ditandingi oleh atlet manapun.
Dengan absennya LeBron James dalam satu laga melawan Spurs ini, secara resmi streak All-NBA terpanjang dalam sejarah NBA harus berhenti. Namun, warisan dan pencapaian James dalam dunia basket tetap akan dikenang sebagai salah satu yang terbesar sepanjang masa.
Baca selengkapnya di: sports.yahoo.com