Komite Oversight Divisi I Football Bowl Subdivision mengajukan rekomendasi perubahan terkait proposal hukuman transfer pemain. Perubahan ini ditujukan untuk mengatasi praktik sekolah yang mengakali periode pemberitahuan transfer atlet dengan memasukkan pemain yang tidak terdaftar di Transfer Portal selama jendela transfer Januari.
Rekomendasi terbaru menghapus syarat pengurangan lima slot roster pada musim berikutnya, terlepas dari status pekerjaan pelatih kepala di sekolah. Jika disetujui oleh Divisi I Cabinet, hukuman akan berlaku saat atlet yang tidak aktif di Transfer Portal ikut serta dalam aktivitas olahraga di sekolah baru.
Rincian Hukuman untuk Pelanggaran Transfer
Setelah atlet tersebut berpartisipasi, pelatih kepala akan dilarang menjalankan semua tugas terkait sepak bola, termasuk perekrutan dan pelatihan di lapangan, selama enam pertandingan. Sekolah yang bersangkutan juga akan dikenai denda sebesar 20% dari anggaran sepak bola mereka.
Pengaturan Rekrutmen Off-Campus Musim Semi 2026
Komite pengawas menyetujui pemberian blanket waiver atau izin khusus untuk kegiatan rekrutmen off-campus selama periode kontak musim semi 2026, yakni dari pertengahan April hingga akhir Mei. Program FBS diizinkan menunjuk hingga 16 staf yang dapat melakukan rekrutmen off-campus selama periode tersebut.
Pelatih kepala tidak boleh terlibat dalam kegiatan rekrutmen off-campus saat periode ini dan tidak diwajibkan masuk dalam daftar staf yang ditunjuk. Selain itu, maksimum 10 dari 16 staf ini boleh berada di lokasi rekrutmen secara bersamaan. Komite Oversight Football Championship Subdivision dijadwalkan membahas topik rekrutmen off-campus dalam pertemuan mendatang.
Perubahan Aturan Tim Layak untuk Playoff Bowl
Komite juga mengusulkan revisi aturan pengecualian untuk tim yang dianggap layak (deserving team) agar dapat mengikuti pertandingan bowl mulai musim 2026. Perubahan ini memungkinkan sekolah yang sedang beralih dari FCS ke FBS untuk memenuhi syarat mengikuti pertandingan bowl jika mencapai catatan minimal 6-6 dan mengisi komitmen bowl konferensi mereka.
Sebelumnya, tim hasil reklassifikasi tersebut hanya dapat berpartisipasi pada postseason bowl mulai tahun kedua dan hanya bisa dipilih sebagai pengganti jika tidak ada cukup tim layak lainnya.
Modifikasi Aturan Pemilihan Tim 5-7 dengan APR
Pengaturan terkait tim dengan catatan 5-7 kemenangan dan memenuhi standar Academic Progress Rate (APR) juga direvisi. Daripada memilih tim berdasar APR tertinggi secara urut, konserensi dan mitra bowl dapat memilih salah satu tim 5-7 mereka untuk memenuhi komitmen bowl konferensi.
Masyarakat Divisi I diberikan kesempatan memberikan masukan atas proposal ini sebelum keputusan akhir oleh komite pada pertemuan Mei. Apabila proposal disetujui, akan masih perlu ditinjau oleh Divisi I Cabinet pada Juni sebelum diberlakukan secara resmi.
Dengan berbagai amandemen ini, komite ingin menegakkan integritas kompetisi sekaligus memberikan fleksibilitas dalam mekanisme perekrutan dan partisipasi postseason. Proses revisi yang terbuka juga diharapkan dapat menciptakan aturan yang lebih adil dan responsif terhadap dinamika sepak bola perguruan tinggi.









