Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka Wajib Berjalan, Momentum Kritis di Tengah Krisis Global

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah tetap berjalan optimal meski dihadapkan pada krisis global. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya mempertahankan kualitas pendidikan di tengah tantangan global.

Pratikno menegaskan bahwa krisis global justru harus dimanfaatkan sebagai momentum mempercepat transformasi nasional. Pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.

Pentingnya Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Pratikno, menjaga kelangsungan pembelajaran secara luring adalah kunci menghindari learning loss atau penurunan capaian belajar siswa. Ia menjelaskan bahwa setelah koordinasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Menteri Agama, diputuskan bahwa metode pembelajaran daring tidak menjadi prioritas utama saat ini.

Pratikno menyebut bahwa diskusi tentang metode hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring pernah dilakukan. Namun, demi menjaga mutu pendidikan, pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan utama untuk semua jenjang pendidikan.

Prioritas Pemerintah pada Pendidikan Berkualitas

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada revitalisasi sekolah, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Pratikno menyampaikan percepatan peningkatan kualitas pendidikan di semua jenjang menjadi prioritas utama, di bawah koordinasi Kemendikbudristek, Kemenag, serta Kemendikbud.

Peningkatan kualitas SDM ini dipandang sebagai bagian vital dari transformasi pemerintahan yang juga menargetkan efisiensi birokrasi dan penggunaan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Transformasi Sistem Pemerintahan

Sebagai bagian dari percepatan peningkatan kinerja, Menko PMK menginstruksikan percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Langkah ini meliputi pengoptimalan pertemuan dan rapat melalui daring, pengurangan perjalanan dinas yang tidak esensial, serta penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) secara terukur.

Transformasi ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kerja birokrasi dan memastikan pelayanan masyarakat berjalan lebih cerdas dan efisien. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan medis yang harus beroperasi normal meski ada tekanan krisis global.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan pendidikan tatap muka agar kualitas pembelajaran tidak mengalami kemunduran. Upaya tersebut menjadi landasan penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: news.detik.com

Berita Terkait

Back to top button