Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap aman di tengah tekanan geopolitik yang memicu gejolak harga energi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sama-sama menyampaikan bahwa pasokan BBM dan stabilitas energi nasional masih terkendali.
Purbaya mengatakan kenaikan harga BBM di sejumlah negara tetangga menunjukkan tekanan global yang nyata, tetapi Indonesia masih mampu menahan harga agar tetap stabil tanpa membebani APBN. Ia menyebut pemerintah sudah menyiapkan skenario jika harga minyak dunia bertahan di level 100 dolar AS per barel dalam waktu lama.
APBN dinilai masih kuat menahan gejolak energi
Purbaya menyampaikan perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan APBN masih dapat mengelola tekanan harga minyak tanpa memicu gangguan serius. Ia menegaskan pemerintah memegang prinsip disiplin fiskal dan menjaga kredibilitas anggaran agar ruang kebijakan tetap tersedia saat kondisi global memburuk.
Dalam pernyataannya saat melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Purbaya juga menepis kekhawatiran soal ancaman krisis dalam waktu dekat. Ia menekankan semua risiko sudah dihitung secara kuantitatif dan pemerintah memiliki langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas fiskal.
Purbaya menyebut defisit anggaran tetap terjaga di bawah batas aman. Ia bahkan menyinggung bahwa angka defisit yang dipublikasikan sebelumnya sudah berada di level 2,9 persen dan aktualnya dinilai masih lebih rendah dari itu.
Pemerintah jaga subsidi dan pasokan BBM
Dari sisi energi, Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta masyarakat tidak panik dan menggunakan energi secara bijak di tengah ketidakpastian pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.
Bahlil menjelaskan kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi sekitar 50 persen dari impor, sementara sisanya berasal dari dalam negeri. Untuk LPG, Indonesia masih mengimpor sekitar 70 persen dari kebutuhan nasional, sehingga efisiensi konsumsi dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi.
Ia juga menegaskan belum ada opsi pembatasan subsidi energi. Menurut Bahlil, pemerintah belum mengambil langkah menaikkan subsidi dan masih terus memantau dinamika pasokan yang bisa berubah cepat dari waktu ke waktu.
Langkah pemerintah menghadapi risiko pasokan
Pemerintah, kata Bahlil, sudah diminta Presiden mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara. Selama ini sekitar 20 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia diimpor dari kawasan Timur Tengah, sehingga diversifikasi pasokan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan.
Bahlil menyebut pemerintah sudah menemukan sumber baru untuk impor minyak mentah di luar Timur Tengah. Ia juga mengatakan ada upaya agar kapal Pertamina tidak bergantung pada rute Selat Hormuz yang rawan terganggu akibat eskalasi konflik di kawasan.
Berikut poin utama penjelasan pemerintah:
- APBN dinyatakan tetap aman meski harga minyak dunia bergejolak.
- Harga BBM di Indonesia dijaga stabil tanpa membahayakan fiskal negara.
- Pemerintah belum berencana membatasi subsidi energi.
- Pasokan bensin nasional masih ditopang impor sekitar 50 persen.
- Kebutuhan LPG masih bergantung pada impor sekitar 70 persen.
- Pemerintah mencari sumber impor minyak di luar Timur Tengah.
Purbaya juga menyampaikan target ekonomi Indonesia tahun ini mendekati 6 persen dan berpotensi mencapai 8 persen dalam tiga tahun ke depan. Ia mengingatkan target itu menuntut konsistensi kebijakan, perbaikan tata kelola, dan kewaspadaan terhadap perubahan harga energi yang bisa berubah cepat dari minggu ke minggu.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kompas.id








