Al-Nasr Hantam Al-Najma Dalam 86 Detik, Dua Gol Penentu di Laga Roshen League

Al-Nasr merespons cepat saat menghadapi Al-Najma pada laga pekan ke-27 Roshen League, Jumat malam, dengan mencetak dua gol hanya dalam 86 detik. Momen singkat itu mengubah jalannya pertandingan setelah Al-Najma lebih dulu unggul melalui Rakan Rajeh jelang turun minum.

Gol paling menentukan datang pada masa tambahan waktu babak pertama ketika Abdullah Al-Hamdan menyamakan skor, lalu Sadio Mané langsung menambah keunggulan tidak lama setelahnya. Dua gol beruntun itu menegaskan efektivitas Al-Nasr dalam memanfaatkan momentum saat lawan mulai kehilangan konsentrasi.

Jalannya pertandingan

Al-Najma sempat membuka peluang untuk membawa pulang hasil besar setelah Rakan Rajeh mencetak gol pada menit ke-44. Ia menerima umpan matang di dalam kotak penalti dan menuntaskannya menjadi gol yang membuat tim tamu unggul lebih dulu.

Keadaan berubah drastis ketika Al-Nasr menekan pada fase akhir babak pertama. Abdullah Al-Hamdan mencetak gol penyeimbang pada menit kedelapan waktu tambahan, sebelum Mané menyambar peluang berikutnya dengan tembakan keras dari sisi kiri.

Dua gol dalam 86 detik

Rangkaian dua gol cepat itu menjadi pembeda utama dalam laga ini karena terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Situasi tersebut membuat Al-Najma tidak sempat menata ulang pertahanan mereka dan langsung kehilangan keunggulan psikologis.

Berikut urutan momen penting yang mengubah skor pertandingan:

  1. Rakan Rajeh membawa Al-Najma unggul pada menit ke-44.
  2. Abdullah Al-Hamdan menyamakan kedudukan pada menit kedelapan waktu tambahan babak pertama.
  3. Sadio Mané mencetak gol penentu tidak lama setelahnya lewat sepakan keras.

Peran Al-Hamdan dan Mané

Gol Al-Hamdan menjadi penting bukan hanya karena menyamakan skor, tetapi juga karena menjadi gol keempatnya untuk Al-Nasr di semua kompetisi. Rinciannya terdiri dari tiga gol di Roshen League dan satu gol di AFC Champions League 2.

Mané juga menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa terbaik setelah absen mencetak gol selama 34 hari. Gol terakhirnya sebelum laga ini terjadi saat menghadapi Al-Fayha pada 28 Februari, sehingga golnya ke gawang Al-Najma memberi sinyal positif bagi lini serang Al-Nasr.

Dampak untuk Al-Nasr

Kecepatan respon Al-Nasr memperlihatkan kualitas pemain depannya dalam memanfaatkan jeda singkat sebelum turun minum. Tim tuan rumah juga menunjukkan daya ledak yang tinggi melalui kombinasi penyelesaian akhir dari Al-Hamdan dan Mané.

Bagi Al-Najma, keunggulan yang sudah didapat justru hilang dalam waktu sangat singkat dan membuat mereka harus mengejar ketertinggalan dengan situasi yang jauh lebih sulit. Al-Nasr pun memanfaatkan periode krusial itu untuk membalikkan keadaan dan mengendalikan ritme pertandingan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.goal.com
Exit mobile version