Hendra Setiawan Hadapi Ujian Baru di Piala Thomas, Saat Keputusan Pelatih Jadi Penentu

Hendra Setiawan memasuki fase baru dalam karier bulu tangkisnya dengan peran sebagai pelatih tim Piala Thomas Indonesia. Ia kini harus beralih dari sosok pemain andalan menjadi pengambil keputusan di pinggir lapangan, saat Indonesia berlaga di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei.

Perubahan peran itu menuntut penyesuaian besar karena Hendra tidak lagi fokus pada performa pribadi, melainkan membaca kondisi tim, lawan, dan susunan pemain di setiap pertandingan. Dalam keterangan resmi PP PBSI, Hendra menegaskan bahwa kini tugasnya jauh lebih rumit dibanding saat masih aktif bermain.

Tantangan baru di kursi pelatih

Hendra menyebut peran pelatih lebih berat karena harus menentukan siapa yang bermain dan bagaimana strategi dijalankan di tengah tekanan pertandingan. Ia juga harus memantau kesiapan fisik maupun mental para pemain agar keputusan yang diambil tetap tepat untuk kepentingan tim.

“Rasanya mungkin lebih susah jadi pelatih. Kalau dulu sebagai pemain tinggal siap main, sekarang harus menentukan siapa yang turun, melihat kondisi pemain, dan juga lawannya,” ujar Hendra dalam keterangan resmi PP PBSI, Jumat.

Bagi Hendra, kesempatan ini bukan sesuatu yang sudah ia rencanakan sebelumnya. Namun ia melihatnya sebagai panggilan tugas sekaligus ruang belajar baru dalam perjalanan kepelatihannya.

“Enggak kepikiran sebelumnya, tapi ini panggilan jadi saya harus siap. Ini juga buat pengalaman saya sebagai pelatih,” kata dia.

Modal pengalaman panjang sebagai pemain

Hendra membawa bekal besar ke peran barunya karena ia punya pengalaman panjang membela Indonesia di ajang Piala Thomas. Ia tercatat sembilan kali memperkuat tim Merah Putih, dimulai pada edisi 2006 saat Indonesia meraih medali perunggu.

Sejak debut itu, Hendra tidak pernah absen dari skuad Piala Thomas Indonesia hingga momen puncak ketika Indonesia merebut gelar ke-14 pada 2020. Rekam jejak tersebut membuat Hendra dinilai punya pemahaman kuat soal tekanan pertandingan beregu dan pentingnya menjaga konsistensi performa.

Pengalaman itu kini ia arahkan untuk membantu pemain senior dan junior agar tampil dengan mental yang sama kuatnya di ajang beregu. Ia menilai daya juang harus lebih tinggi karena hasil satu pemain bisa memengaruhi semangat pemain lain.

“Daya juang harus lebih karena ini pertandingan tim. Hasil satu pemain bisa berpengaruh ke yang lain. Tapi yang terpenting tetap fokus masing-masing,” kata Hendra.

Komposisi tim Indonesia di Grup D

Indonesia berada di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Komposisi skuad kali ini memadukan nama-nama berpengalaman dengan sejumlah pemain muda yang dinilai bisa menambah kedalaman tim.

Daftar pemain Indonesia di Piala Thomas:

  1. Jonatan Christie
  2. Anthony Sinisuka Ginting
  3. Fajar Alfian
  4. Muhammad Shohibul Fikri
  5. Sabar Karyaman Gutama
  6. Moh Reza Pahlevi Isfahani
  7. Alwi Farhan
  8. Moh Zaki Ubaidillah
  9. Raymond Indra
  10. Nikolaus Joaquin

Dalam susunan itu, kehadiran Hendra juga menjadi penting karena ia mendampingi salah satu pasangan yang masuk skuad, yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Situasi ini membuat perannya semakin dekat dengan kebutuhan tim, baik dalam persiapan maupun saat pertandingan berlangsung.

Peran Hendra di tengah regenerasi tim

Kehadiran Hendra di staf kepelatihan datang pada momen ketika Indonesia terus mendorong regenerasi pemain di sektor putra. Kombinasi senior dan junior menuntut pendekatan yang seimbang, karena pemain muda butuh arahan teknis sekaligus dorongan mental untuk menghadapi tekanan level internasional.

Hendra dinilai memahami karakter turnamen beregu karena pernah mengalami langsung situasi ketika satu partai dapat mengubah arah pertandingan. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk membaca momen krusial, terutama dalam menentukan pemain yang paling siap turun di tiap nomor.

Dalam konteks Piala Thomas, keputusan pelatih tidak hanya soal teknik dan taktik, tetapi juga soal membaca energi tim secara keseluruhan. Di tahap ini, pengalaman Hendra sebagai juara juga diharapkan bisa memberi pengaruh besar pada cara Indonesia mengelola pertandingan dan menjaga fokus di tengah persaingan grup.

Source: www.antaranews.com

Terkait