Deportivo La Coruña akan menghadapi Mirandés dalam lanjutan Segunda Spanyol dengan modal yang jauh berbeda. Dari 35 laga La Liga 2, La Coruna mengoleksi 17 kemenangan, 10 imbang, dan 8 kekalahan dengan rata-rata 1,74 poin per pertandingan.
Di sisi lain, Mirandés datang dengan catatan yang lebih berat di kompetisi yang sama. Dalam 35 pertandingan, mereka hanya meraih 8 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 18 kekalahan, serta hanya mencatat rata-rata 0,94 poin per laga.
Kekuatan La Coruna di lini depan
Deportivo tampil cukup produktif sepanjang musim 2025/26. Tim ini sudah mencetak 61 gol di semua ajang, dengan 53 gol di antaranya lahir di La Liga 2, atau rata-rata 1,51 gol per pertandingan.
Nama Yeremay Hernández Cubas menjadi sorotan utama dalam urusan gol. Ia sudah mengoleksi 10 gol dan menjadi salah satu tumpuan penting dalam skema serangan tim.
Peran kreatif juga datang dari Mario Soriano Carreño yang memimpin daftar assist Deportivo. Gelandang tersebut sudah mencatat 8 assist dan membantu tim menjaga variasi serangan.
Mirandés bertumpu pada Carlos Fernández
Mirandés tetap punya ancaman di lini depan meski performa tim belum stabil. Dari 37 laga musim ini, mereka mengemas 38 gol, sementara di La Liga 2 jumlah itu tercatat 37 gol dengan rata-rata 1,06 gol per pertandingan.
Carlos Fernández menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan 14 gol. Dukungan kreatif datang dari Marino Illescas Montaño yang sudah menyumbang 3 assist.
Meski demikian, konsistensi Mirandés masih menjadi persoalan besar. Dalam 35 pertandingan Liga 2, mereka sudah kebobolan 56 gol, yang menunjukkan rapuhnya pertahanan saat menghadapi lawan dengan produktivitas tinggi.
Lini belakang bisa jadi penentu
Deportivo La Coruña juga tidak sepenuhnya bebas dari masalah pertahanan, tetapi catatannya lebih baik dibanding Mirandés. Di La Liga 2, mereka kebobolan 38 gol atau rata-rata 1,09 gol per laga, sedangkan sepanjang musim 2025/26 total kebobolan mereka berada di angka 40 gol dari 39 pertandingan.
Perbedaan kualitas pertahanan ini berpotensi menjadi pembeda utama pada laga tersebut. Deportivo tampil lebih stabil dalam menjaga keseimbangan menyerang dan bertahan, sementara Mirandés masih sering kehilangan kontrol ketika berada di bawah tekanan.
Dalam duel seperti ini, efektivitas serangan dan ketenangan di area sendiri biasanya sangat menentukan hasil akhir. Deportivo La Coruña punya modal statistik yang lebih kuat, tetapi Mirandés tetap bisa memberi perlawanan jika Carlos Fernández mendapat suplai bola yang cukup sejak awal pertandingan.
Source: www.posmetromedan.com






